Logo Header Antaranews Papua

Polda Papua usut kebakaran asrama Brimob Merauke

Selasa, 31 Maret 2015 00:17 WIB
Image Print
Asrama Brimob Merauke. (Foto: Istimewa)
"Tadi pagi sekitar pukul 09.15 WIT, Kabid Propam Kombes Pol Bambang Sutoyo dan Kasat Brimob Kombes Pol Mathius D Fakhiri tiba di Merauke untuk pengusutan kasus kebakaran itu," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige.

Jayapura (Antara Papua) - Polda Papua mengutus Kabid Propam dan Kasat Brimob untuk mengusut kebakaran tiga barak bujang dan empat rumah barak keluarga Brimob Detasmen Pelopor B Merauke yang terbakar pada Minggu (29/3) dini hari.

"Tadi pagi sekitar pukul 09.15 WIT, Kabid Propam Kombes Pol Bambang Sutoyo dan Kasat Brimob Kombes Pol Mathius D Fakhiri tiba di Merauke untuk pengusutan kasus kebakaran itu," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige di Kota Jayapura, Senin.

Ia mengatakan, kedua perwira menengah polisi itu hendak melihat dari dekat kondisi para korban kebakaran, dan barak serta rumah yang terbakar.

"Selain itu kan, Pak Kabid Propam dan Kasat Brimob mencari tahu apa penyebab kebakaran, mengecek keluarga korban kebakaran dan memberikan sedikit santunan uang," katanya.

Untuk tugas tersebut, lanjut Patrige, Kabid Propam dan Kasat Brimob didampingi Wakil Bupati Merauke Sunaryo.

"Kasat Brimob juga menyampaikan kepada keluarga korban untuk mencatat barang-barang yang ikut terbakar dan mengharapkan kepada keluarga korban untuk tetap kuat dan tegar," katanya.

Sementara Wakil Bupati Merauke Sunaryo, berjanji kepada keluarga korban akan segera membantu dan berupaya membantu atau memperbaiki rumah agar bisa ditempati kembali.

"Pak Wabub Merauke juga menyampaikan akan membantu sesuai dengan kemampuan yang ada. Harapannya kunjungan kerja itu, bisa memberikan dorongan moril kepada korban kebakaran agar tetap sabar dan kuat hadapi hal itu," kata Patrige.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga barak bujang dan empat rumah barak keluarga Brimob Detasemen Pelopor B Merauke, Papua dikabarkan hangus terbakar pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.30 WIT.

"Kebakaran itu terjadi diduga kuat adanya arus pendek listrik mengingat bangunan barak bujang tersebut sudah lama dibangun dan plafon yang sudah usang sehingga mudah terjadi kebakaran," tambah mantan Kapolres Sarmi dan Merauke itu. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026