
Pembangunan jalan lingkar pegunungan tengah Papua dipercepat

"Pembangunan jalan lingkar ini bertujuan membuka keterisolasian masyarakat sehingga mereka sangat tergantung pada angkutan udara dan menyebabkan harga berbagai jenis barang kebutuhan masyarakat sangat mahal," ujar Lukas Enembe.
Jayapura (Antara Papua) - Pembangunan jalan lingkar atau ring road di kawasan pegunungan tengah Papua akan dipercepat dan ditargetkan selesai sebelum akhir masa jabatan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal pada 2018.
Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Rabu, mengatakan, pembangunan jalan lingkar tersebut meliputi Wamena-Tolikara-Mulia, Wamena-Tiom-Ilaga, Wamena-Habema-Batas Batu, Jayapura-Wamena, Mimika-Wagete, Ilaga-Wagete dan Oksibil-Waropko.
"Pembangunan jalan lingkar ini bertujuan membuka keterisolasian masyarakat sehingga mereka sangat tergantung pada angkutan udara dan menyebabkan harga berbagai jenis barang kebutuhan masyarakat sangat mahal," ujarnya.
Selain itu, kata Lukas, pembangunan jalan lingkar tersebut juga untuk memperbaiki layanan sosial dan ekonomi yang selama ini tidak lancar karena jauh dan sulitnya jarak tempuh ke wilayah pegunungan tengah.
"Untuk itu kami menganggarkan pembangunan jalan dan jembatan di Provinsi Papua pada 2015 sebesar Rp638 miliar," ujarnya.
Dia menjelaskan anggaran tersebut nantinya akan diperuntukan bagi penanganan jalan dan jembatan secara "multi years contract" (MYC) mulai tahun anggaran 2015.
MYC tersebut terdiri atas pembangunan jalan 89,30 kilometer, peningkatan jalan 28,82 kilometer dan pembangunan jembatan 271,95 MEq," katanya lagi.
Dia menambahkan tidak hanya pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi prioritas, namun juga pembangunan rumah huni masyarakat serta sumber daya air bersih. (*)
Pewarta : Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
