
BI Papua siapkan bantuan "polybag" dan bibit cabai

"Kenaikan harga cabai disebabkan naiknya harga dari daerah pemasok karena persediaannya sebagian masih mengandalkan pasokan dari luar Papua seperti Surabaya, Makasar dan Manado," kata Hasiholan.
Jayapura (Antara Papua) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua bekerja sama dengan Dinas Pertanian setempat tengah menyiapkan bantuan "polybag" dan bibit cabai, yang akan diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau masyarakat untuk ditanam di pekarangan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Hasiholan Siahaan, di Jayapura, Jumat, mengatakan pemberian bantuan ini dalam rangka menjaga ketersediaan cabai di wilayahnya.
"Kenaikan harga cabai disebabkan naiknya harga dari daerah pemasok karena persediaannya sebagian masih mengandalkan pasokan dari luar Papua seperti Surabaya, Makasar dan Manado," kata Hasiholan yang juga koordinator Pengarah Forum Kebijakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Papua.
Hasiholan menjelaskan, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir dan panik karena stok barang-barang di Provinsi Papua masih aman.
"TPID pun mencermati perlunya keberpihakan kepada petani untuk mendukung peningkatan produksi komoditas pertanian," ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua mengklaim harga cabai di Provinsi Papua tinggi hingga mencapai Rp68 ribu per kilo gramnya dikarenakan stok yang kosong.
Pelaksana Tugas Kepala Disperindag Provinsi Papua Elsye Pakade mengatakan harga cabai terus naik karena daerah pengimpornya juga mengalami kelangkaan stok.
"Cabai yang beredar di pasaran Jayapura saat ini merupakan cabai lokal, sementara yang diimpor berasal dari Makasar, Manado dan Surabaya mengalami kekosongan stok," katanya. (*)
Pewarta : Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
