Logo Header Antaranews Papua

Dinkes Yahukimo diminta agendakan puskesmas percontohan

Jumat, 10 Juli 2015 00:33 WIB
Image Print
Kadinkes Papua drg Aloysisu Giyai (Foto: Antara Papua/Musa Abubar)
"Mungkin di Kabupaten Yahukimo, dana 15 persen otsus itu dibagi tetapi ada 33 puskesmas yang ada di Yahukimo, maka dana itu kurang, dari sisi itu kita paham, tapi ada baiknya tetap mengagendakan puskesmas percontohan," kata Aloysius Giyai.

Jayapura (Antara Papua) - Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, diminta mengagendakan puskesmas percontohan di daerah tersebut, agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis puskesmas.

"Mungkin di Kabupaten Yahukimo, dana 15 persen otsus itu dibagi tetapi ada 33 puskesmas yang ada di Yahukimo, maka dana itu kurang, dari sisi itu kita paham, tapi ada baiknya tetap mengagendakan puskesmas percontohan," kata Kepala Dinas Kesehatan Aloysius Giyai, di Jayapura, Kamis.

Aloysius menyapaikan hal itu ketika mengunjungi Puskesmas Perawatan Effata Angguruk, Distrik Angguruk, Kabupaten Yahukimo, Selasa (7/7).

Dia meminta Dinas Kesehatan Yahukimo fokus pada satu atau dua puskesmas, perhatian pada fasilitas, sarana, gedungnya dan juga ketenagaan, sehingga satu dua atau per regional diwilayah Yahukimo ada puskesmas percontohan.

"Kalau tidak, kita kasih ini sama rata-sama rata, puskesmas percontohan tidak akan ada, saya harap ini betul-betul dilakukan, perencanaan dilakukan secara matang dan baik," ujarnya.

Ia mengatakan, perencanaan yang dibuat harus berdasarkan usulan dari bawah, pustu usulkan ke puskesmas kemudian diteruskan ke Dinas Kesehatan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo, Wiklif Balingga mengatakan pihaknya tidak bisa fokus untuk membangun satu puskesmas percontohan saja di sekitar Yahukimo, karena 33 Puskesmas yang ada didaerah tersebut mempunyai kebutuhan yang sama.

"Kami sulit sekali fokus pada satu puskesmas untuk menjadi puskesmas karena wilayah Yahukimo cukup luas, hampir semua Puskesmas yang ada mempunyai kebutuhan yang sama," ujar Wiklif. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026