Logo Header Antaranews Papua

Petani Jayapura keluhkan kelangkaan pupuk urea

Senin, 2 November 2015 12:03 WIB
Image Print
Ilustrasi pupuk bersubsidi (Foto: Istimewa)
"Kendala yang biasa dialami para petani kami itu pupuk, sering telat juga terkadang kosong," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani Koya Barat, Tejo Purwoto.

Jayapura (Antara Papua) - Kelompok tani asal Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, mengeluhkan kurangnya ketersediaan pupuk urea di daerah itu.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Koya Barat, Tejo Purwoto di Jayapura, mengemukakan kurangnya ketersediaan pupuk urea di wilayahnya sehingga menyulitkan para petani untuk menanam.

"Kendala yang biasa dialami para petani kami itu pupuk, sering telat juga terkadang kosong," katanya.

Pupuk yang kurang itu, kata dia, pupuk Urea, dan pupuk npk itu sering kosong, sehingga petani mengalami kesulitan.

Purwanto mengatakan, para petani di wilayah Koya Barat kebanyakan menanam berbagai tanaman holtikultura, palawija, dan padi.

"Ada 21 kelompok tani, jenis-jenis tanaman yang selama ini dikelolah itu, kalau di Koya Barat itu terutama padi, holtikultura, palawija,"jelasnya.

Ketua Gapoktan Koya Barat ini mengatakan, dari 21 kelompok tani, ada sebanyak 600 petani yang aktif bercocok tanam di wilayah tersebut.

Menurut dia, luas lahan untuk setiap jenis tanaman itu di wilayah tersebut seluas satu hektare.

"Kan lahannya ada yang satu hektare untuk padi, untuk sayuran, dan palawija,"katanya.

Ia berharap Dinas Pertanian setempat dapat memberikan solusi guna membantu para petani untuk mendapatkan pupuk kimia. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026