Jayapura (Antara Papua) - PLN Wilayah Papua dan Papua Barat mulai mewacanakan pembangkit pistrik tenaga disel (PLTD) menjadi cadangan bila pembangkit bertenaga air, gas dan uap bermasalah.
General Manager PLN Wilayah Papua dan Papua Barat Robert Sitorus di Jayapura, mengatakan PLTD tidak mungkin dimatikan 100 persen karena bila terjadi terjadi gangguan di PLTU maka harus ada suplai pertama dari PLTD untuk bisa menghidupkan PLTU.
Menurut dia, mesin pembangkit lain yang tidak menggunakan bahan bakar fosil memerlukan cadangan daya listrik karena sistemnya tidak seperti mesin disel yang dengan mudah dihidupkan.
"Karena PLTU itu begitu mati tidak bisa langsung hidup kembali karena butuh waktu beberapa jam dan dia butuh tenaga dari luar dulu untuk mendorong. Karena itu PLTD ini tidak mungkin kita matikan," kata Sitorus.
PLN Papua dan Papua Barat telah membangun Pembangkit Listik Tenaga Air (PLTA) Genyem, Kabupaten Jayapura yang dayanya sudah mulai masuk dalam sistem jaringan kelistrikkan Jayapura.
Kemudian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekam, Kota Jayapura sudah bisa beroperasi namun pemasangan jaringan Sutetnya yang masih dalam proses pengerjaan.
Selain itu, manajemen PLN sudah merencanakan pembangunan beberapa pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) yang tujuan utamanya untuk menopang kebutuhan listrik pada penyelenggaraan PON XX 2020 di Papua dengan total daya yang akan dibangun mencapai lebih dari 100 MW. (*)

