Jayapura (Antara Papua) - Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab mewakili Pangdam Mayjen TNI Hinsa Siburian, secara resmi membuka pendidkan Secata (sekolah calon tamtama) PK TNI AD gelombang I 2016, pada Kamis.
Upacara pembukaan Secata itu dilaksanakan di lapangan Pancasila Rindam, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua sebagaimana tertuang dalam rilis yang diterima Antara di Kota Jayapura, Kamis.
Kasdam saat membacakan amanat Pangdam Cenderawasih menyampaikan bahwa pendidikan yang akan ditempuh bertujuan untuk membentuk prajurit siswa calon Tamtama agar menjadi Tamtama TNI-AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Sapta Marga, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar serta jasmani yang samapta.
"Kemampuan yang diharapkan setelah menyelesaikan proses pendidikan adalah dapat melaksanakan tugas-tugas sebagai seorang Tamtama penembak senapan atau setingkat di jajaran TNI-AD, dapat menghayati dan mengimplementasikan integritas kepribadian maupun keterampilan dasar keprajuritan," katanya.
Untuk itu, lanjut Kasdam, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang berharga selama pendidikan Secata, karena menjadi seorang prajurit merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri karena tidak semua orang dapat mejadi prajurit TNI-AD.
"Untuk menjadi seorang prajurit TNI-AD harus melewati berbagai seleksi yang ketat. Hal lain yang harus dipahami bahwa nantinya pada saat proses pendidikan akan terlihat watak dan kepribadian prajurit siswa yang sesungguhnya, apakah pantas menjadi prajurit TNI-AD atau tidak," katanya.
"Apabila watak prajurit siswa tidak cocok untuk menjadi seorang prajurit, maka lembaga pendidikan ini tidak akan segan-segan mengembalikan kalian kepada keluarga masing-masing," sambungnya
Pada momentum itu, Kasdam XVII/Cenderawasih secara khusus juga memberikan arahan kepada para pelatih dan pembina agar dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
"Serta mencapai sasaran yang diharapkan, yaitu prajurit yang profesional, memiliki kemampuan dasar keprajuritan, fisik yang samapta dan kepribadian yang sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit," kata Kasdam Brigjen TNI Herman Asaribab.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Teguh Pudji Rahardjo pada saat pelaksanaan upacara pembukaan pendidikan mengatakan bahwa pada penerimaan Secata PK TNI AD Gelombang I Tahun 2016 sebanyak 191 calon prajurit siswa Tamtama yang dinyatakan lulus.
"Sekitar 80 persen didominasi oleh Orang Asli Papua (OAP). Nantinya mereka akan menempuh pendidikan dasar keprajuritan selama kurang lebih 20 minggu," katanya.
Siswa calon Tamtama, Mas Wanimbo berasal dari Tolikara dan Salmon Kalolik yang berasal dari Wamena yang merupakan anak petani dari daerah pegunungan tengah Papua, merasa bangga menjadi prajurit TNI dan berjanji akan berlatih dengan baik.
"Diantara mereka juga ada yang memiliki kemampuan khusus di bidang olah raga, kemampuan ini bisa dikembangkan untuk mendukung prestasi perorangan maupun untuk mengharumkan satuan TNI dan daerah Papua," katanya. (*)

