Logo Header Antaranews Papua

UP2KP tetap terima pengaduan layanan kesehatan di tengah pandemi COVID-19

Rabu, 6 Mei 2020 16:25 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kepala Bidang Sekretariat UP2KP, Alexander Krisifu, menunjukkan piagam penghargaan saat bersama Dinkes Kabupaten Jayapura melayani korban banjir Sentani, Maret 2019. (ANTARA/Musa Abubar)

Jayapura (ANTARA) - Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) tetap menerima pengaduan layanan kesehatan masyarakat di kantornya di Jalan Baru Abepura, di tengah pandemi COVID-19.

"Kami tetap buka posko pengaduan di kantor, jadi bagi masyarakat yang mengalami persoalan terkait pelayanan kesehatan yang dialaminya atau keluarganya, silakan datang di kantor kami. Tapi, kami berharap tetap pakai masker jika datang mengadu ke kantor," kata Kepala Bidang Sekretariat UP2KP, Alexander Krisifu, di Jayapura, Rabu.

Khusus untuk tindak lanjut pengaduan yang masuk terkait dengan pasien terindikasi Covid-19, tentu saja pihaknya berkoordinasi dengan Tim Satgas COVID-19 Provinsi Papua dan Unit Reaksi Cepat (URC) yang merupakan gabungan dari Polresta Jayapura, Kodim 1701/Jpr, RSUD Jayapura, RSUD Abepura, dan UP2KP.

"Karena penanganan pasien ini berbeda, butuh alat pelindung diri saat kontak dengan pasien," ujarnya.

Alex mengatakan berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua, per 5 Mei 2020 sudah ada 247 kasus, di mana 180 pasien sedang dalam perawatan, 60 orang dinyatakan sembuh, dan tujuh orang meninggal dunia.

Pasien dalam pengawasan berjumlah 360 orang dan orang dalam pemantauan 2.355 orang.

"Dengan semakin meningkatnya angka penyebaran virus ini di Papua, kami dari UP2KP mengimbau kepada masyarakat Papua untuk tetap mematuhi imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah," katanya.

Selain itu, katanya, warga melakukan protokol kesehatan mulai dari jaga jarak, rajin cuci tangan, wajib menggunakan masker, dan menjaga imun tubuh dengan makanan yang bergizi dan olah raga.

Ia meminta kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat terus terbangun guna memutus mata rantai penyebaran virus corona jenis baru itu.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026