Penghasilan pengojek di Waisai capai Rp1,3 juta per hari
Sabtu, 23 Agustus 2014 19:26 WIB
Sejumlah warga antre untuk mengisi BBM di SPBU Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (22/8). Dalam rangka mendukung Sail Raja Ampat 2014, PT Pertamina Region VIII Maluku-Papua menambah pasokan BBM untuk Premium dari 60 Kiloliter (Kl) menjadi 120 Kl dan Solar dari 15 Kl menjadi 25 Kl. (Foto ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Waisai, Raja Ampat (Antara Papua) - Penghasilan tukang ojek yang beroperasi di Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, selama berlangsungnya Sail Raja Ampat mencapai Rp1,3 juta per hari.
Feliks Rumaropen, pengojek di Waisai, yang ditemui saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Waisai untuk membuka Sail Raja Ampat 2014, mengaku, pada hari Jumat (22/8), dirinya meraup pendapatan Rp1.300.000,00, sedangkan pada hari Sabtu pukul 10.00 WIT sudah memperoleh pendapatan mencapai Rp550.000,00.
"Hari ini (sampai dengan pukul 10.00 WIT) saya sudah dapat Rp550 ribu, sedangkan kemarin saya dapat Rp1,3 juta," kata Feliks.
Ia menambahkan bahwa permintaan jasa ojek meningkat sehingga pihaknya menaikkan tarif. Misalnya, jarak dari lokasi pameran ke tempat acara yang dihadiri Presiden SBY tidak sampai setengah kilometer, setiap pengguna jasa membayar Rp10 ribu untuk sekali antar.
Dengan pendapatan meningkat sejak persiapan hingga pelaksanaan Sail Raja Ampat, Feliks mengatakan bahwa dirinya segera melunasi sepeda motornya yang dibeli dengan cara kredit.
Rekan Feliks, Wiski Yoboisembut, yang ditemui secara terpisah mengaku, sampai dengan Sabtu sekitar pukul 10.00 WIT, dirinya sudah memperoleh pendapatan Rp475 ribu. Dia yakin, jika beroperasi sampai Sabtu malam, bisa mendapat pemasukan lebih dari Rp1 juta.
Pemuda asal Sentani, Jayapura itu mengatakan bahwa para tukang ojek nyaris tidak pernah beristirahat seharian karena permintaan meningkat.
Ribuan pendatang yang memadati Kota Waisai sejak sepekan yang lalu, baik untuk persiapan mengikuti rangkaian acara Sail Raja Ampat maupun untuk berbinis, umumnya menggunakan jasa ojek karena nyaris semua mobil di Raja Ampat dikerahkan untuk melayani para pejabat, baik daerah maupun pusat.
Keduanya mengaku, jika kapal cepat dan feri dari Sorong merapat di Pelabuhan Raja Ampat, jasa ojek menjadi andalan, dengan tarif minimal Rp20 ribu. Padahal, jaraknya hanya sekitar 1--1,5 kilometer, sementara dalam Kota Waisai, jauh-dekat Rp10 ribu.
Keduanya mengaku, pada hari-hari biasa mendapatkan pemasukan Rp300 ribu saja sudah luar biasa dan untuk itu mereka harus beroperasi sejak pukul 6.00 pagi hingga 22.00.
Selama Sail Raja Ampat, jam operasi mereka sama, hanya pendapatan meningkat tajam. (*)
Feliks Rumaropen, pengojek di Waisai, yang ditemui saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di Waisai untuk membuka Sail Raja Ampat 2014, mengaku, pada hari Jumat (22/8), dirinya meraup pendapatan Rp1.300.000,00, sedangkan pada hari Sabtu pukul 10.00 WIT sudah memperoleh pendapatan mencapai Rp550.000,00.
"Hari ini (sampai dengan pukul 10.00 WIT) saya sudah dapat Rp550 ribu, sedangkan kemarin saya dapat Rp1,3 juta," kata Feliks.
Ia menambahkan bahwa permintaan jasa ojek meningkat sehingga pihaknya menaikkan tarif. Misalnya, jarak dari lokasi pameran ke tempat acara yang dihadiri Presiden SBY tidak sampai setengah kilometer, setiap pengguna jasa membayar Rp10 ribu untuk sekali antar.
Dengan pendapatan meningkat sejak persiapan hingga pelaksanaan Sail Raja Ampat, Feliks mengatakan bahwa dirinya segera melunasi sepeda motornya yang dibeli dengan cara kredit.
Rekan Feliks, Wiski Yoboisembut, yang ditemui secara terpisah mengaku, sampai dengan Sabtu sekitar pukul 10.00 WIT, dirinya sudah memperoleh pendapatan Rp475 ribu. Dia yakin, jika beroperasi sampai Sabtu malam, bisa mendapat pemasukan lebih dari Rp1 juta.
Pemuda asal Sentani, Jayapura itu mengatakan bahwa para tukang ojek nyaris tidak pernah beristirahat seharian karena permintaan meningkat.
Ribuan pendatang yang memadati Kota Waisai sejak sepekan yang lalu, baik untuk persiapan mengikuti rangkaian acara Sail Raja Ampat maupun untuk berbinis, umumnya menggunakan jasa ojek karena nyaris semua mobil di Raja Ampat dikerahkan untuk melayani para pejabat, baik daerah maupun pusat.
Keduanya mengaku, jika kapal cepat dan feri dari Sorong merapat di Pelabuhan Raja Ampat, jasa ojek menjadi andalan, dengan tarif minimal Rp20 ribu. Padahal, jaraknya hanya sekitar 1--1,5 kilometer, sementara dalam Kota Waisai, jauh-dekat Rp10 ribu.
Keduanya mengaku, pada hari-hari biasa mendapatkan pemasukan Rp300 ribu saja sudah luar biasa dan untuk itu mereka harus beroperasi sejak pukul 6.00 pagi hingga 22.00.
Selama Sail Raja Ampat, jam operasi mereka sama, hanya pendapatan meningkat tajam. (*)
Pewarta : Oleh Key Tokan A. Asis
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Papua Selatan salurkan bantuan uang tunai Rp100 juta ke Gereja Kristus Raja Keppi
09 March 2026 7:01 WIB
Wagub Papua Barat Daya apresiasi penyelenggaraan Yefman Fest dan Yefman Cup 2025
14 August 2025 16:39 WIB
PLN hadirkan listrik bersih lewat SuperSUN dorong pengembangan pariwisata Raja Ampat
03 November 2023 14:12 WIB, 2023
Wamen ATR/BPN Raja Juli Antoni serahkan sertifikat rumah ibadah di Jayapura
09 May 2023 1:03 WIB, 2023
Dispar Biak Numfor gandeng komunitas pariwisata promosikan objek wisata
28 April 2023 16:54 WIB, 2023
Babinsa Posramil 1708-01/BT hadiri sidang jemaat GKI Raja Damai Korem 173
12 November 2022 17:26 WIB, 2022