Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya bersama Pemkab Raja Ampat melepas secara resmi Tim KKN PPM UGM Unit PBD 005 “Raja Ampat Berkisah” yang telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 50 hari di Kampung Yefman dan Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN "Raja Ampat Berkisah" Mayu Winnie Rachmawati dalam siaran pers kepada Antara di Jayapura, Kamis, mengatakan pihaknya mewakili 25 mahasiswa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat Yefman dan Samate karena telah memberi kesempatan untuk belajar dan mengabdi.
"Kami memohon maaf yang setulus-tulusnya atas kesalahan dan ketidaksempurnaan kami dalam belajar bersama masyarakat. Saya mewakili anak-anak mohon izin pamit kembali ke kampus untuk menyelesaikan tugas di bangku perkuliahan," katanya.
Senada dengan Mayu Winnie Rachmawati, Koordinator Umum Tim KKN Raja Ampat Berkisah Nuno Rabial Danda juga menyampaikan berbagai program inovasi dan aksi nyata selama masa pengabdian berlangsung.
"Program-program tersebut merupakan inisiasi dari bidang Pendidikan, Kesehatan, Pariwisata, Infrastruktur, dan UMKM," katanya.
Menurut Nuno, program-program ini tidak hanya membawa inovasi, tetapi juga membangun kapasitas warga yang harapannya dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat.
"Kami sadar bahwa kami datang bukan memberi jawaban dari semua permasalahan yang ada, melainkan datang sebagai pembelajar yang sedang berusaha untuk memahami bagimana cara bermasyarakat, bagaimana cara untuk memberi manfaat kepada masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa tim KKN "Raja Ampat Berkisah" karena telah mengajarkan berbagai inovasi yang luar biasa kepada masyarakat Yefman dan Samate.
"Harapannya, hal ini dapat diteruskan oleh masyarakat sendiri selain itu selamat melanjutkan tugas kuliah di kampus, terima kasih juga untuk seluruh pihak, khususnya masyarakat Yefman dan Samate yang telah mendukung penuh program adik-adik mahasiswa," katanya.
Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti pelepasan Tim KKN PPM UGM Unit PBD 005 “Raja Ampat Berkisah” yang dilangsungkan di Kampung Yefman.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau dan Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam serta perwakilan masyarakat dari Kampung Yefman Barat, Yefman Timur, dan Samate.
Kegiatan ini diawali dengan khidmat melalui lantunan Lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada yang menguatkan semangat nasionalisme serta semangat pengabdian dari para mahasiswa.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan hasil program kerja oleh Koordinator Umum Tim KKN Raja Ampat Berkisah Nuno Rabial Danda.
Sebagai bentuk penghargaan dan kenangan, Tim KKN Raja Ampat Berkisah menyerahkan plakat sebagai tanda cinta kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Distrik Salawati Utara, Kampung Samate, serta Kampung Yefman Barat.
Tim KKN juga menerima kenang-kenangan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur sebagai simbol terima kasih atas dedikasi dan kontribusi mahasiswa UGM di Tanah Papua.
KKN PPM UGM Unit PBD 005 "Raja Ampat Berkisah" bukan sekadar program pengabdian, melainkan perjalanan transformasi dua arah—mahasiswa belajar dari kearifan lokal, dan masyarakat menerima gagasan baru yang membangun.
Jejak langkah mahasiswa mungkin akan segera pudar di Kampung Yefman dan Kampung Samate, tetapi semangat gotong royong, inovasi dan kepedulian akan terus hidup di hati masyarakat.

