Disbudpar Jayawijaya libatkan masyarakat gali potensi wisata
Selasa, 26 November 2019 13:17 WIB
Kegiatan budaya pada kegiatan FBLB 2019. (ANTARA/Marius Frisson Yewun)
Wamena (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, melibatkan masyarakat adat untuk menggali potensi wisata yang ada di wilayah masing-masing, dengan mengikutsertakan mereka dalam sebuah pelatihan.
Kepala Disbudpar Jayawijaya Alpius Wetipo di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa mengatakan pelatihan yang dibuka pada 25 November akan berlangsung selama tiga hari.
"Pada hari ke tiga setelah pelatihan, kami akan turun ke lokasi untuk melihat penataan objek wisata yang sudah ada, untuk menjadi contoh agar peserta setelah kembali, mereka mengembangkan potensi di tempat masing-masing," katanya.
Alpius mengatakan pelatihan yang melibatkan pemilik objek wisata itu dibiayai dari dana alokasi khusus (DAK) nonfisik.
"Selain kegiatan nonfisik, ada juga beberapa kegiatan fisik yang sudah kami lakukan, seperti di Pasir Putih, Goa Koantilola dan Distrik Pyramid," katanya.
Ia mengatakan ada beberapa titik yang dapat dijadikan objek wisata, tetapi masyarakat belum mengizinkan karena menganggap wilayah-wilayah tersebut sakral dan tidak boleh dikunjungi.
Upaya pemerintah yang dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada masyarkat agar membuka diri.
"Karena objek wisata yang ada ini dilihat dari budaya, sehingga kita memberikan pemahaman agar mereka kelola budaya itu menjadi objek wisata," katanya.
Kepala Disbudpar Jayawijaya Alpius Wetipo di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa mengatakan pelatihan yang dibuka pada 25 November akan berlangsung selama tiga hari.
"Pada hari ke tiga setelah pelatihan, kami akan turun ke lokasi untuk melihat penataan objek wisata yang sudah ada, untuk menjadi contoh agar peserta setelah kembali, mereka mengembangkan potensi di tempat masing-masing," katanya.
Alpius mengatakan pelatihan yang melibatkan pemilik objek wisata itu dibiayai dari dana alokasi khusus (DAK) nonfisik.
"Selain kegiatan nonfisik, ada juga beberapa kegiatan fisik yang sudah kami lakukan, seperti di Pasir Putih, Goa Koantilola dan Distrik Pyramid," katanya.
Ia mengatakan ada beberapa titik yang dapat dijadikan objek wisata, tetapi masyarakat belum mengizinkan karena menganggap wilayah-wilayah tersebut sakral dan tidak boleh dikunjungi.
Upaya pemerintah yang dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada masyarkat agar membuka diri.
"Karena objek wisata yang ada ini dilihat dari budaya, sehingga kita memberikan pemahaman agar mereka kelola budaya itu menjadi objek wisata," katanya.
Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HPI bantu promosikan destinasi wisata Biak Numfor ke wisatawan mancanegara
06 November 2025 17:01 WIB
Pemkot Jayapura beri pelatihan perencanaan pembangunan desa wisata bagi warga 14 kampung
28 October 2025 2:29 WIB
Pemkot Jayapura komitmen mewujudkan destinasi wisata unggulan berbasis budaya
16 October 2025 3:26 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
BPJS Kesehatan Jayapura catat klaim JKN sebesar Rp235 M hingga Februari 2026
18 April 2026 19:44 WIB