Rektor IPB University Prof Arif Satria terkonfirmasi positif COVID-19
Sabtu, 19 September 2020 15:25 WIB
Rektor IPB University Prof Dr Arif Satria. (ANTARA/ (Istimewa)
Bogor (ANTARA) - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University Prof Arif Satria terkonfirmasi positif COVID-19 meski tanpa mengalami gejala apapun.
"Di tengah berbagai aktivitas yang padat, atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan 'test swab' (tes usap) pada tanggal 18 September dan ternyata hasilnya dinyatakan positif," kata Arif Satria melalui keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA di Bogor, Sabtu.
Meski dinyatakan positif dari hasil tes usap mandiri, ia tetap memutuskan beraktivitas secara virtual selaku rektor. Pasalnya, Prof Arif merasa dalam kondisi fisik yang baik.
"Saya merasa dalam kondisi fisik yang baik untuk tetap dapat beraktivitas dan melaksanakan tanggung jawab saya selaku rektor melalui koordinasi secara virtual. Saya akan melaksanakan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh," kata dia.
Di samping itu, ia memutuskan untuk memperpanjang dan memperketat masa pembatasan masuk kampus, terhitung 14 hari sejak 19 September 2020.
"Sebagai ikhtiar kita telah mengikuti imbauan Gubernur Jawa Barat, Wali Kota dan Bupati Bogor dengan menerapkan kembali pembatasan masuk kampus IPB," kata Prof Arif.
Ia lantas menghaturkan doa atas kesembuhan dan berpesan kepada seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan IPB agar tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah dini pencegahan penularan COVID-19.
"Di tengah berbagai aktivitas yang padat, atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan 'test swab' (tes usap) pada tanggal 18 September dan ternyata hasilnya dinyatakan positif," kata Arif Satria melalui keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA di Bogor, Sabtu.
Meski dinyatakan positif dari hasil tes usap mandiri, ia tetap memutuskan beraktivitas secara virtual selaku rektor. Pasalnya, Prof Arif merasa dalam kondisi fisik yang baik.
"Saya merasa dalam kondisi fisik yang baik untuk tetap dapat beraktivitas dan melaksanakan tanggung jawab saya selaku rektor melalui koordinasi secara virtual. Saya akan melaksanakan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh," kata dia.
Di samping itu, ia memutuskan untuk memperpanjang dan memperketat masa pembatasan masuk kampus, terhitung 14 hari sejak 19 September 2020.
"Sebagai ikhtiar kita telah mengikuti imbauan Gubernur Jawa Barat, Wali Kota dan Bupati Bogor dengan menerapkan kembali pembatasan masuk kampus IPB," kata Prof Arif.
Ia lantas menghaturkan doa atas kesembuhan dan berpesan kepada seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan IPB agar tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai langkah dini pencegahan penularan COVID-19.
Pewarta : M Fikri Setiawan
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Papua sebut pelatihan fasilitator perkuat penerapan gizi berkualitas
15 October 2025 18:38 WIB
Tim IPB University toreh prestasi dalam E-sport and ArtCompetition 2021
01 June 2021 14:29 WIB, 2021
Doni Monardo menahan haru saat pidato anugerah Doktor Kehormatan dari IPB
27 March 2021 18:16 WIB, 2021
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov Papua Pegunungan pastikan kerja sama dengan BPJS Kesehatan berlanjut
16 April 2026 19:16 WIB
Pemprov tegaskan "Bangga Kencana" jadi pilar utama pembangunan keluarga Papua
15 April 2026 7:04 WIB