81 rumah di Australia hancur dilalap api
Kamis, 4 Februari 2021 18:14 WIB
Ilustrasi - Seorang personel Dinas Pemadam Kebakaran New South Wales membakar semak belukar dan bahan-bahan lain yang mudah terbakar saat melaksanakan pembakaran terkontrol menjelang musim kebakaran hutan yang akan datang di pinggiran Kota Arcadia, Sydney, Australia, Selasa (8/9/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/wsj.
Canberra (ANTARA) - Otoritas Australia pada Kamis mengatakan 81 rumah telah hancur dilalap api dalam kebakaran di bagian barat negara itu, sementara angin kencang menghambat upaya pemadaman.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari kebakaran tersebut, yang asal-usulnya masih belum diketahui.
Namun, kobaran api kali ini mengingatkan akan banyaknya kebakaran yang melanda sebagian besar pantai timur Australia pada 2020.
Kepala pemerintahan Negara Bagian Western Australia, Mark McGowan, mengatakan para petugas telah berhasil memadamkan kebakaran terbesar dari tujuh titik api yang masih menyala.
McGown, kendati demikian, memperingatkan bahwa angin kencang berpotensi meningkatkan bahaya.
"Kebakaran ini sangat tidak terduga dan hal-hal bisa menjadi buruk dengan sangat cepat," kata McGowan kepada wartawan di Perth.
"Kondisi cuaca masih bergejolak, dan angin akan bertiup kencang menurut ramalan."
Angin telah menjadi penghalang bagi beberapa pesawat pemadam kebakaran untuk terbang, kata pihak berwenang.
Cuaca, sementara itu, diperkirakan akan memburuk selama beberapa jam ke depan.
Angin dengan kecepatan lebih dari 70 km per jam diperkirakan terjadi di seluruh wilayah negara bagian yang terkena dampak, kata ahli meteorologi.
Namun, cuaca yang lebih baik diperkirakan muncul dalam beberapa hari mendatang dan hujan diperkirakan akan turun pada Sabtu (6/2) di seluruh area kebakaran.
Sumber: Reuters
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari kebakaran tersebut, yang asal-usulnya masih belum diketahui.
Namun, kobaran api kali ini mengingatkan akan banyaknya kebakaran yang melanda sebagian besar pantai timur Australia pada 2020.
Kepala pemerintahan Negara Bagian Western Australia, Mark McGowan, mengatakan para petugas telah berhasil memadamkan kebakaran terbesar dari tujuh titik api yang masih menyala.
McGown, kendati demikian, memperingatkan bahwa angin kencang berpotensi meningkatkan bahaya.
"Kebakaran ini sangat tidak terduga dan hal-hal bisa menjadi buruk dengan sangat cepat," kata McGowan kepada wartawan di Perth.
"Kondisi cuaca masih bergejolak, dan angin akan bertiup kencang menurut ramalan."
Angin telah menjadi penghalang bagi beberapa pesawat pemadam kebakaran untuk terbang, kata pihak berwenang.
Cuaca, sementara itu, diperkirakan akan memburuk selama beberapa jam ke depan.
Angin dengan kecepatan lebih dari 70 km per jam diperkirakan terjadi di seluruh wilayah negara bagian yang terkena dampak, kata ahli meteorologi.
Namun, cuaca yang lebih baik diperkirakan muncul dalam beberapa hari mendatang dan hujan diperkirakan akan turun pada Sabtu (6/2) di seluruh area kebakaran.
Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jayapura tingkatkan kesiagaan melalui pengadaan mobil pemadam kebakaran
08 December 2025 17:25 WIB
Prajurit Kodim 1702 Jayawijaya bantu padamkan kebakaran pastori Gereja El-Shaday
01 December 2025 10:39 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Kemenlu RI pastikan Indonesia berkontribusi lebih di kawasan Pasifik
14 October 2024 20:59 WIB, 2024
Dirut Akhmad Munir: ANTARA sejalan dengan OANA untuk pemberantasan hoaks
24 October 2023 12:20 WIB, 2023