Pemkab Intan Jaya klaim roda pemerintahan berjalan meskipun pecah konflik
Rabu, 24 Februari 2021 14:13 WIB
Wakil Bupati Intan Jaya Yan Kobogoyau (ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi)
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya mengklaim roda pemerintahan di wilayahnya tetap berjalan sejak pecahnya konflik bersenjata antara TNI/Polri dan Kelompok Sipil Bersenjata (KKB) pada 17 Desember 2019.
Wakil Bupati (Wabup) Intan Jaya Yan Kobogoyau di Jayapura, Rabu, mengatakan selama konflik tersebut roda pemerintahan berjalan baik, namun pada awal 2021 yakni Januari, sekda setempat mulai aktif menjalankan kegiatan.
"Meskipun demikian, beberapa dinas terkait tetap menjalankan tugasnya namun tidak maksimal," katanya.
Menurut Wabup Yan, pejabat pemerintah di lingkungan Kabupaten Intan Jaya tetap aktif memberikan pelayanan publik bagi masyarakat, namun tidak semaksimal sebelumnya.
"Pada Februari ini, masyarakat yang sebelumnya mengungsi, akhirnya mulai kembali satu per satu secara bertahap," ujarnya.
Dia menjelaskan keberadaan pejabat pemerintahan yang melakukan pelayanan publik selama satu bulan terakhir diharapkan dapat menghilangkan ketakutan warga terhadap kondisi wilayahnya.
"Sehingga, dengan dirinya melakukan pertemuan bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Wagub Papua dan OPD terkait dapat membuat masyarakat kembali ke tempatnya masing-masing serta beraktivitas seperti biasa," katanya lagi.
Dia menambahkan jika masyarakat yang mengungsi dapat kembali ke kampungnya masing-masing dan tidak takut dengan kondisi di Intan Jaya diharapkan perekonomian di wilayah setempat dapat berjalan kembali.
Wakil Bupati (Wabup) Intan Jaya Yan Kobogoyau di Jayapura, Rabu, mengatakan selama konflik tersebut roda pemerintahan berjalan baik, namun pada awal 2021 yakni Januari, sekda setempat mulai aktif menjalankan kegiatan.
"Meskipun demikian, beberapa dinas terkait tetap menjalankan tugasnya namun tidak maksimal," katanya.
Menurut Wabup Yan, pejabat pemerintah di lingkungan Kabupaten Intan Jaya tetap aktif memberikan pelayanan publik bagi masyarakat, namun tidak semaksimal sebelumnya.
"Pada Februari ini, masyarakat yang sebelumnya mengungsi, akhirnya mulai kembali satu per satu secara bertahap," ujarnya.
Dia menjelaskan keberadaan pejabat pemerintahan yang melakukan pelayanan publik selama satu bulan terakhir diharapkan dapat menghilangkan ketakutan warga terhadap kondisi wilayahnya.
"Sehingga, dengan dirinya melakukan pertemuan bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Wagub Papua dan OPD terkait dapat membuat masyarakat kembali ke tempatnya masing-masing serta beraktivitas seperti biasa," katanya lagi.
Dia menambahkan jika masyarakat yang mengungsi dapat kembali ke kampungnya masing-masing dan tidak takut dengan kondisi di Intan Jaya diharapkan perekonomian di wilayah setempat dapat berjalan kembali.
Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga beras medium non Bulog Distrik Sugapa Intan Jaya sebesar Rp50.000 per kg
13 November 2025 4:42 WIB
Bulog Papua dorong beras SPHP dinikmati masyarakat di Intan Jaya dan Puncak
10 November 2025 23:44 WIB
Kapolres Intan Jaya: Pimpinan KKB Undius Kogoya dilaporkan meninggal di Wandai
23 October 2025 9:05 WIB
Waka Polda: Polisi dalami informasi terkait situasi di Kabupaten Intan Jaya
22 October 2025 13:48 WIB
Pangkoops Habema: 14 KKB tewas dalam kontak tembak di Homeyo Kabupaten Intan Jaya
16 October 2025 20:18 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Pemkot Jayapura harap partai politik penerima dana hibah tingkatkan kualitas demokrasi
15 April 2026 10:52 WIB
Gubernur Papua sebut Dana Otsus Rp12,69 T dapat percepat bangun daerah tertinggal
14 April 2026 18:41 WIB