Mahasiswa UB buat pembalut dari limbah agar agar mencegah kanker serviks
Jumat, 10 September 2021 16:47 WIB
Mahasiswa Universitas Brawijaya meneliti limbah agar agar sebagai bahan baku pembuatan inti penyerap pembalut (ANTARA/HO/UNIVERSITAS BRAWIJAYA/End)
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) merancang inti penyerap pembalut wanita dari limbah agar-agar untuk mencegah terjadinya kanker serviks akibat bahan pembalut yang berbahaya.
Kelima mahasiswa ini adalah Galuh Zhafirah Gafnie, Riska Sulistianti Putri, Rafifa Bunga Jashinta, Nur Amalani Saputri, dan Abdul Gafur yang dibimbing oleh Dr. Ir. Anies Chamidah, MP.
"Limbah agar agar memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, sekitar 27,38-39,45 persen. Selulosa inilah yang diubah menjadi hydrogel dan dicampurkan dengan kitosan. Kitosan memiliki sifat sebagai antibakteri yang tidak berbau dan tidak berbahaya bagi tubuh," kata anggota tim, Galuh Zhafirah Gafnie di Malang, Jawa Timur, Jumat.
Menurut Galuh, inti penyerap ini memiliki sifat yang ramah lingkungan, karena dibuat dengan memanfaatkan limbah hasil produksi agar agar dan limbah karapas (kulit) udang, sehingga lebih mudah didegradasi oleh bakteri pengurai.
Selain itu, lanjutnya, inti penyerap ini juga aman bagi pengguna, karena terkandung kitosan di dalamnya.
Galuh berharap penelitian yang dilakukan bersama timnya itu dapat menjadi solusi atas keresahan yang terjadi di masyarakat.
Walaupun sudah ada beberapa pembalut alternatif, seperti menstrual cup dan pembalut kain, mayoritas perempuan di Indonesia masih banyak yang menggunakan pembalut pada saat menstruasi.
Namun, penggunaan bahan sintetis seperti dioxin, pewangi dan pemutih yang sering diaplikasikan pada pembalut wanita memiliki efek samping yang kurang baik bagi kesehatan tubuh, salah satuya adalah kanker serviks.
Berdasarkan data dan informasi Kemenkes pada tahun 2015, jumlah penderita penyakit kanker serviks di Indonesia mencapai 98.692 kasus, dimana sebagian besar masih termasuk dalam usia subur.
Kelima mahasiswa ini adalah Galuh Zhafirah Gafnie, Riska Sulistianti Putri, Rafifa Bunga Jashinta, Nur Amalani Saputri, dan Abdul Gafur yang dibimbing oleh Dr. Ir. Anies Chamidah, MP.
"Limbah agar agar memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, sekitar 27,38-39,45 persen. Selulosa inilah yang diubah menjadi hydrogel dan dicampurkan dengan kitosan. Kitosan memiliki sifat sebagai antibakteri yang tidak berbau dan tidak berbahaya bagi tubuh," kata anggota tim, Galuh Zhafirah Gafnie di Malang, Jawa Timur, Jumat.
Menurut Galuh, inti penyerap ini memiliki sifat yang ramah lingkungan, karena dibuat dengan memanfaatkan limbah hasil produksi agar agar dan limbah karapas (kulit) udang, sehingga lebih mudah didegradasi oleh bakteri pengurai.
Selain itu, lanjutnya, inti penyerap ini juga aman bagi pengguna, karena terkandung kitosan di dalamnya.
Galuh berharap penelitian yang dilakukan bersama timnya itu dapat menjadi solusi atas keresahan yang terjadi di masyarakat.
Walaupun sudah ada beberapa pembalut alternatif, seperti menstrual cup dan pembalut kain, mayoritas perempuan di Indonesia masih banyak yang menggunakan pembalut pada saat menstruasi.
Namun, penggunaan bahan sintetis seperti dioxin, pewangi dan pemutih yang sering diaplikasikan pada pembalut wanita memiliki efek samping yang kurang baik bagi kesehatan tubuh, salah satuya adalah kanker serviks.
Berdasarkan data dan informasi Kemenkes pada tahun 2015, jumlah penderita penyakit kanker serviks di Indonesia mencapai 98.692 kasus, dimana sebagian besar masih termasuk dalam usia subur.
Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Yapen minta kepala distrik dan kampung awasi pelaksanaan PSN agar tepat sasaran
23 February 2026 12:35 WIB
Pertamina gunakan semua moda transportasi agar distribusi lancar ke wilayah bencana
06 January 2026 6:12 WIB
Bupati Jayapura Yunus Wonda ingatkan siswa agar fokus belajar dan jauhi narkoba
03 December 2025 7:24 WIB
Pemprov Papua minta asosiasi logistik agar mendorong kemandirian ekonomi lokal
11 November 2025 12:19 WIB
Terpopuler - Gaya Hidup
Lihat Juga
Pemprov Papua Selatan-Universitas Indonesia kerja sama bidang pendidikan program magister
18 April 2026 11:05 WIB