Distrik Bondifuar wujudkan zero stunting di Biak Numfor
Sabtu, 20 Juli 2024 19:59 WIB
Penjabat Bupati Biak, Papua Sofia Bonsapia melakukan penimbangan tumbuh kembang anak guna mencegah stunting di Distrik Warsa dan Distrik Bondifuar. (ANTARA/HO-Dokumentasi Dody Prokompinda)
Biak (ANTARA) - Pemerintah Distrik Bondifuar, Kabupaten Biak Numfor, Papua, mempertahankan lima kampung di daerah setempat hingga 2024 zero stunting atau nol kasus.
"Saya minta lima kepala kampung memprioritaskan pencegahan stunting anak dan pertahankan nol kasus," ujar Kepala Distrik Bondifuar Alfred Roy Rumaropen di Biak, Sabtu.
"Alokasikan dana desa untuk memberikan makanan sehat bergizi guna menangani stunting anak," ujar Alfred
Ia mengatakan untuk pencegahan stunting pada anak, maka para orang tua harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan tumbuh kembang anak, pengukuran dan penimbangan badan.
"Bahkan anak-anak harus mendapat asupan pemberian makanan sehat tambahan untuk pemenuhan gizi," katanya.
Sementara itu, Bapak Asuh Anak Stunting Biak Numfor Susanto Pirono menyatakan kasus anak stunting berkaitan dengan kemampuan ekonomi keluarga, ketersediaan air bersih dan pemenuhan makanan sehat anak.
"Sebagai bapak asuh anak stunting, saya tetap membantu untuk memberikan makanan sehat bergizi bagi anak Indonesia supaya sehat, cerdas dan bebas stunting di lingkungan keluarga," katanya.
Sebelumnya, Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Johanna Nap mengatakan pencegahan dan penanganan stunting butuh kerja sama yang baik antara organisasi perangkat daerah, bapak asuh anak stunting dan pihak satuan TNI/Polri.
"Pemkab Biak Numfor melakukan delapan aksi konvergensi untuk penanganan kasus stunting," kata Johanna Nap.
Hingga semester satu 2024 kasus stunting anak di Biak Numfor sebesar 6,1 persen atau 485 kasus.*
"Saya minta lima kepala kampung memprioritaskan pencegahan stunting anak dan pertahankan nol kasus," ujar Kepala Distrik Bondifuar Alfred Roy Rumaropen di Biak, Sabtu.
"Alokasikan dana desa untuk memberikan makanan sehat bergizi guna menangani stunting anak," ujar Alfred
Ia mengatakan untuk pencegahan stunting pada anak, maka para orang tua harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan tumbuh kembang anak, pengukuran dan penimbangan badan.
"Bahkan anak-anak harus mendapat asupan pemberian makanan sehat tambahan untuk pemenuhan gizi," katanya.
Sementara itu, Bapak Asuh Anak Stunting Biak Numfor Susanto Pirono menyatakan kasus anak stunting berkaitan dengan kemampuan ekonomi keluarga, ketersediaan air bersih dan pemenuhan makanan sehat anak.
"Sebagai bapak asuh anak stunting, saya tetap membantu untuk memberikan makanan sehat bergizi bagi anak Indonesia supaya sehat, cerdas dan bebas stunting di lingkungan keluarga," katanya.
Sebelumnya, Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Johanna Nap mengatakan pencegahan dan penanganan stunting butuh kerja sama yang baik antara organisasi perangkat daerah, bapak asuh anak stunting dan pihak satuan TNI/Polri.
"Pemkab Biak Numfor melakukan delapan aksi konvergensi untuk penanganan kasus stunting," kata Johanna Nap.
Hingga semester satu 2024 kasus stunting anak di Biak Numfor sebesar 6,1 persen atau 485 kasus.*
Pewarta : Muhsidin
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolres Biak Numfor minta warga tak euforia berlebihan rayakan Tahun Baru 2026
29 December 2025 20:07 WIB
DPRK Biak Numfor harap program Asta Cita membangun rumah prioritas warga kampung
28 December 2025 12:30 WIB
Disdik Biak Numfor sebut program literasi tingkatkan minat membaca anak SD
28 December 2025 2:19 WIB
Pemkab Biak Numfor harap 257 kades terpilih sejahterakan warga asli Papua
21 December 2025 14:33 WIB
Pemkab Biak Numfor perbaharui data potensi objek pajak-retribusi daerah 2026
20 December 2025 22:57 WIB