Pemkab Jayapura fasilitasi UMKM OAP kembangkan potensi wilayah
Minggu, 15 September 2024 10:32 WIB
Kepala Diskop dan UMKM Kabupaten Jayapura Hariyanto (ANTARA/Yudhi Efendi)
Sentani (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura memfasilitasi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khusus orang asli Papua (OAP) untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di wilayahnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura Hariyanto di Sentani, Sabtu, mengatakan jumlah pelaku usaha di daerah tercatat 5.800 tetapi hanya tersebar di wilayah pembangunan I dan II.
“Wilayah pembangunan I dan II merupakan distrik yang berada di wilayah perkotaan sehingga hasil UMKM cukup banyak seperti pinang, keripik pisang, keripik keladi, serta usaha rumahan lainnya,” katanya.
Menurut Hariyanto, pihaknya telah membuat beberapa pelatihan dengan melibatkan pelaku UMKM dari wilayah yang jaraknya cukup jauh dari perkotaan.
“Wilayah-wilayah yang jauh itu memiliki potensi sumber daya seperti pisang, singkong, keladi cukup banyak dan ini bisa dimanfaatkan sebagai usaha rumahan,” ujarnya.
Dia menjelaskan dalam pelatihan itu pihaknya mengajarkan bagaimana cara menggoreng yang baik dan benar, cara pengemasan sehingga benar-benar terjamin kebersihan dan kualitasnya.
“Kami percaya kalau ini diterapkan baik maka perekonomian masyarakat di wilayah atau distrik jauh pasti berkembang,” katanya.
Dia menambahkan cara pandang masyarakat OAP harus diubah dengan sesuatu yang bermanfaat sehingga mereka dapat mengelola sumber daya yang ada di wilayahnya supaya bernilai ekonomi.
“Masyarakat di wilayah pesisir bisa mengembangkan ikan asin, ikan asar atau asap, dan abon ikan sehingga perekonomian keluarga ada peningkatan signifikan,” ujarnya.
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura tahun ini mengelola dana otonomi khusus atau Otsus untuk pemberdayaan masyarakat OAP sebesar Rp4 miliar.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura Hariyanto di Sentani, Sabtu, mengatakan jumlah pelaku usaha di daerah tercatat 5.800 tetapi hanya tersebar di wilayah pembangunan I dan II.
“Wilayah pembangunan I dan II merupakan distrik yang berada di wilayah perkotaan sehingga hasil UMKM cukup banyak seperti pinang, keripik pisang, keripik keladi, serta usaha rumahan lainnya,” katanya.
Menurut Hariyanto, pihaknya telah membuat beberapa pelatihan dengan melibatkan pelaku UMKM dari wilayah yang jaraknya cukup jauh dari perkotaan.
“Wilayah-wilayah yang jauh itu memiliki potensi sumber daya seperti pisang, singkong, keladi cukup banyak dan ini bisa dimanfaatkan sebagai usaha rumahan,” ujarnya.
Dia menjelaskan dalam pelatihan itu pihaknya mengajarkan bagaimana cara menggoreng yang baik dan benar, cara pengemasan sehingga benar-benar terjamin kebersihan dan kualitasnya.
“Kami percaya kalau ini diterapkan baik maka perekonomian masyarakat di wilayah atau distrik jauh pasti berkembang,” katanya.
Dia menambahkan cara pandang masyarakat OAP harus diubah dengan sesuatu yang bermanfaat sehingga mereka dapat mengelola sumber daya yang ada di wilayahnya supaya bernilai ekonomi.
“Masyarakat di wilayah pesisir bisa mengembangkan ikan asin, ikan asar atau asap, dan abon ikan sehingga perekonomian keluarga ada peningkatan signifikan,” ujarnya.
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Jayapura tahun ini mengelola dana otonomi khusus atau Otsus untuk pemberdayaan masyarakat OAP sebesar Rp4 miliar.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian PKP pastikan bangun rumah kepala suku dan OAP di Papua Pegunungan
18 March 2026 17:16 WIB
SPPG Papua Pegunungan dorong pelatihan sertifikat keamanan dan kebersihan pangan
18 March 2026 8:28 WIB
Tim gabungan bongkar jaringan jual beli senpi dan amunisi untuk KKB di Papua
14 March 2026 19:23 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
KSOP Jayapura prediksi penumpang kapal Angkutan Lebaran 2026 naik lima persen
20 March 2026 7:17 WIB
BI perkuat layanan kas keliling di wilayah 3T Papua jelang Lebaran 1447 Hijriah
18 March 2026 14:07 WIB