Jayapura (Antara Papua) - Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura menyiapkan pembukaan Program Studi Magister (S2) Ilmu Komunikasi.
Ketua STIKOM Muhammadiyah Jayapura, Sukri,S.Sos,M.Si di Kota Jayapura, Selasa mengatakan pembukaan Prodi S2 Ilmu Komunikasi itu untuk menjawab ketersediaan tenaga-tenaga yang siap pakai di tengah masyarakat maupun di pemerintahan setempat.
"Sebenarnya rencana itu sudah ada sejak 2010, hanya saja waktu itu SDM kami khususnya dosen kualifisikasi pendidikan S3 belum ada. Pada tahun ini ada empat orang yang akan selesaikan S3 ditambah dua orang yang sudah ada sebelumnya," kata Sukri yang ditemui di kampusnya.
Menurut dia, yang menjadi alasan utama mengapa membuka program S2 Ilmu Komunikas di Ibu Kota Provinsi karena jurusan atau program tersebut terbilang langka, karena kebanyakan yang ada adalah S2 disiplin ilmu lainnya.
"Kami melihat S2 Ilmu Komunikasi sudah perlu hadir. Karena dikawasan timur itu, hanya ada di Makasar Sulawesi Selatan, untuk Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT da NTB saya bisa pastikan belum ada, dan ini peluang untuk memajukan SDM Papua dibidang ilmu komunikasi," katanya.
Sementara, kata dia, sejak 2001 kampus itu berdiri hingga kini telah menamatkan sekitar 1.200 lulusan yang terserap diberbagai lapangan kerja yang ada di Papua, baik swasta dan di pemerintahan, termasuk yang mandiri menjadi wartawan atau miliki online sendiri.
STIKOM Muhammadiyah Jayapura memiliki dua prodi yakni Ilmu Komunikasi S1 dan Humas D3.
Ilmu Komunikasi dibagi menjadi tiga konsentrasi yakni jurnalistik, publik relation dan broadcast, atau penyiaran. Kita buka jurusan ini dilandasi dengan pertimbangann bahwa jurusan ini sangat dibutuhkan di Papua, dan jurusan ini belum ada pada saat kampus ini dibuka pada 2001.
Ditempat yang sama, Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) STIKOM Muhammadiyah Jayapura DR HM Arifin MM menjelaskan bahwa jurusan itu dibuka, karena melihat peluang kedepan.
"Dimana makin majunya suatu negara, provinsi hingga abupaten/kota, maka makin sangat dibutuhkan seseorang dengan keahlian yang baik dibidang komunikasi dengan ouput yang bagus," katanya.
Apalagi, kata dia, didunia kini tidak ada lagi batasan waktu dan ruang terkait komunikasi bahkan komunikasi itu dinamis sekali.(*)

