
KTJ Jayapura dorong perempuan tunarungu bisa terampil

Jayapura (ANTARA) - Ketua Komunitas Tuli Jayapura (KTJ), Papua, Stephani Woen mendorong perempuan penyandang tunarungu di daerah itu bisa terampil seperti wanita normal lainnya dalam berbagai bidang.
"Saya mempunyai teman namanya Leni yang saat ini sudah bekerja sebagai tenaga administrasi dan Nela yang bisa membuat tas noken sehingga itu membuktikan bahwa tunarungu juga bisa setara dengan orang yang normal," katanya di Jayapura, Sabtu.
Menurut Stephani, wanita tunarungu juga bisa memberikan inspirasi dan ide itu berarti tidak ada perbedaan antara penyandang disabilitas dan orang normal.
"Untuk itu diharapkan agar perempuan yang tunarungu jangan takut untuk berkomunikasi karena bisa melalui tulisan maupun bahasa isyarat," ujarnya.
Stephani yang saat ini berkuliah pada Program Studi Ilmu Komputer semester VI Universitas Muhammadiyah Papua tersebut bercita-cita menjadi tenaga administrasi sebab dirinya telah memahami mengelola komputer.
"Saya berharap wanita khususnya penyandang tunarungu baik di Kota Jayapura maupun di Papua jangan malu untuk berkuliah demi mewujudkan cita-cita," katanya.
Dia menambahkan, perempuan sangat berperan penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) apalagi banyak wanita tunarungu di luar Papua sudah maju mandiri.
"Ini yang harus kami contohi sehingga perempuan tunarungu jangan malu untuk bertanya dan harus sekolah agar ke depan bisa membanggakan keluarga," ujarnya.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
