Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Mathius D Fakhiri mengingatkan sebanyak 2.201 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua untuk terus meningkatkan dedikasi, integritas, dan mutu pelayanan publik sebagai bentuk komitmen penuh dalam pengabdian kepada masyarakat Papua.
"Peningkatan moralitas dan etika menjadi fondasi utama bagi ASN untuk menjalankan amanah pelayanan negara, terutama di Papua yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang beragam," kata Fakhiri usai memimpin pengucapan sumpah dan janji ASN dan upacara HUT ke 54 Korpri bertempat di halaman Kantor Gubernur Papua, Selasa.
Menurut Fakhiri, setiap ASN harus mampu menunjukkan kinerja yang konsisten, profesional, dan bertanggung jawab dalam melayani masyarakat, karena tugas yang diemban merupakan wujud pengabdian yang tidak bisa dijalankan setengah hati.
"Pengalaman selama beberapa tahun terakhir harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh perangkat daerah untuk melakukan percepatan kerja, sehingga pelayanan publik dapat semakin efektif dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Pihaknya juga menyebut bahwa sejumlah ASN dengan masa kerja panjang, termasuk yang telah mengabdi hingga 20 tahun dan 54 tahun, harus menjadi teladan bagi generasi aparatur baru untuk menjaga komitmen serta menjaga kualitas pelayanan di setiap bidang tugas.
"Sehingga sangat penting melakukan akselerasi pelayanan, mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat dan menuntut kecepatan, ketepatan, serta kehadiran pemerintah dalam setiap aspek pembangunan," katanya.
Dia menambahkan, untuk itu pihaknya meminta agar ASN harus mampu berlari lebih cepat dan bekerja lebih terukur agar pelayanan publik di Papua dapat semakin maksimal,”
"Saya berharap seluruh ASN yang baru mengucapkan sumpah dapat segera menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan tugas dan bekerja sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah," ujarnya.

