
Pemkab Jayawijaya dorong ekonomi kreatif melalui tas khas Papua "Noken Cenderawasih"

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan mendorong ekonomi kreatif (ekraf) melalui Noken Cenderawasih atau tas tradisional masyarakat Papua yang terbuat dari kulit kayu, akar dan daun yang dianyam.
Asosiasi Kepala Distrik se-Kabupaten Jayawijaya menggelar pertemuan persiapan peluncuran Noken Cenderawasih melibatkan distrik wilayah Bomtag di antaranya Bolakme, Molagalome, Tagime, Tagineri dan Piramid.
Ketua Asosiasi Kepala Distrik se-Kabupaten Jayawijaya Nius Wenda dalam keterangan tertulis di Wamena, Jumat mengatakan, pertemuan gabungan lima distrik ini untuk mempersatukan persepsi peluncuran noken cenderawasih di wilayah Bomtag.
"Saat ini kami lakukan pertemuan gabungan lima Kepala Distrik, 48 kepala kampung, tokoh intelektual, tokoh pemuda, tokoh perempuan untuk menyatukan pendapat terkait peluncuran noken cenderawasih enam wilayah Bomtag yang sudah cukup berkembang di wilayah kami," katanya.
Menurut dia, pertemuan ini sangat penting untuk menentukan waktu peluncuran dengan membentuk panitia yang akan mengakomodir seluruh kegiatan peluncuran.
"Kami harap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya dalam hal ini bupati dan wakil bupati Jayawijaya dapat membantu kami untuk mempublikasikan secara nasional noken cenderawasih khas Wilayah Bomtag," ujarnya.
Dia menjelaskan, kegiatan ini dapat mengembangkan potensi ekraf dari Kabupaten Jayawijaya terutama Wilayah Bomtag.
“Mama-mama perajin noken sudah sangat siap untuk meluncurkan noken cenderawasih khas Bomtag,” katanya.
Sementara itu, Ketua IKB Bomtag Eliser Ginia mengatakan bahwa dengan ditetapkannya noken cenderawasih khas Bomtag menandakan identitas wilayah yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
"Kami akan terus mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah dalam mendukung kreatifitas terutama dalam hal kerajinan noken yang bisa menjadi produk unggulan UMKM di Kabupaten Jayawijaya," ujarnya.
Dia menambahkan, noken cenderawasih diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat setempat dan bisa menjadi ikon ekraf di Kabupaten Jayawijaya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
