Logo Header Antaranews Papua

Pemprov Papua terus pantau harga pangan di pasar tradisional

Sabtu, 28 Maret 2026 16:56 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami saat meninjau stok komoditi pangan di Pasar Tradisional Hamadi, Kota Jayapura, pada beberapa waktu lalu (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pangan setempat terus melakukan pemantauan harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami di Jayapura, Sabtu, mengatakan pemantauan dilakukan secara rutin untuk memastikan harga tetap terkendali serta ketersediaan pasokan mencukupi di tingkat pedagang hingga konsumen.

“Pemantauan ini penting untuk melihat secara langsung perkembangan harga di lapangan, sekaligus memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar,” katanya.

Menurut Sri, berdasarkan hasil pemantauan di salah satu pasar tradisional di mana sejumlah komoditas utama seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).

"Harga bawang merah tercatat berkisar Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram, bawang putih Rp50.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah masih berada di angka Rp130.000 per kilogram," ujarnya.

Dia menjelaskan tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan dari daerah pemasok utama seperti Surabaya dan Makassar, serta belum optimal produksi lokal dari Kabupaten Keerom.

“Untuk cabai rawit memang sudah ada penurunan dari sebelumnya Rp150.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, namun pasokan masih terbatas sehingga harga belum stabil,” katanya lagi.

Dia menambahkan, pihaknya juga terus mengimbau para pedagang agar menjual bahan pangan sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan HAP yang berlaku.

"Selain itu, kami pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan distributor dan daerah pemasok guna menjaga kelancaran distribusi serta menekan fluktuasi harga di pasaran," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya akan terus melakukan monitoring secara berkala agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026