
BEI Papua optimistis jumlah investor terus meningkat pada 2026

Jayapura (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua optimistis jumlah investor pasar modal di wilayah Bumi Cenderawasih terus mengalami peningkatan sepanjang 2026 karena masyarakat mulai berorientasi ke jangka panjang.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa di Jayapura, Senin, mengatakan peningkatan jumlah investor pada awal tahun menjadi sinyal positif terhadap semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi secara terencana.
"Jumlah investor pasar modal di Papua per Desember 2025 tercatat sebanyak 132.249 investor dan meningkat menjadi 136.735 investor pada Januari 2026, atau bertambah 4.486 investor baru," katanya.
Menurut Aditya, pertumbuhan ini menunjukkan bahwa masyarakat Papua semakin memahami pentingnya investasi jangka panjang.
"Kami melihat adanya perubahan perilaku ke arah yang lebih rasional dalam menyikapi dinamika pasar,” ujarnya.
Dia menjelaskan apalagi tren pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari berbagai program edukasi dan literasi pasar modal yang dilakukan secara konsisten oleh BEI bersama mitra strategis, baik di lingkungan kampus, sekolah, maupun instansi pemerintah dan swasta.
"Berdasarkan kondisi pasar saham nasional pada akhir April 2026 mengalami dinamika, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 2,03 persen ke level 6.956,80 akibat tekanan pada sejumlah sektor serta sentimen global. Namun demikian, kondisi tersebut dinilai sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar dan tidak mengurangi minat investor di daerah," katanya lagi.
Dia menambahkan instrumen saham masih menjadi pilihan utama investor di Papua, diikuti reksa dana dan obligasi.
"Saat ini kemudahan akses melalui platform digital, termasuk aplikasi IDX Mobile, turut mendorong peningkatan partisipasi masyarakat. Dalam upaya memperluas literasi keuangan, kami Papua terus mengembangkan Galeri Investasi sebagai pusat edukasi di daerah. Dan hingga saat ini, terdapat 26 Galeri Investasi yang tersebar dan bermitra dengan berbagai lembaga pendidikan serta instansi," ujarnya.
Dia menjelaskan pada tahun 2026, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 30 Galeri Investasi guna menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah Papua.
"Selain itu, berbagai program edukasi seperti Sekolah Pasar Modal, seminar, serta workshop literasi keuangan terus digencarkan untuk membentuk investor yang memahami risiko dan berorientasi jangka panjang," katanya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
