Tokoh adat Sentani puji slogan perubahan Yanni-Zadrak
Selasa, 7 Februari 2017 14:55 WIB
Yanni-Zadrak Afasedanya menyalami para tokoh masyarakat di Kampung Netar, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (1/2). (Foto: Antara Papua/Alfian Rumagit)
Jayapura (Antara Papua) - Tokoh adat atau ondoafi Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Boy Eluay memuji slogan atau jargon `salam perubahan`yang diusung oleh pasangan calon nomor urut satu, Yanni-Zadrak Afasedanya yang diusung Partai Gerindra, PAN dan PKB.
"Saya bukan orang Gerindra, tapi saya suka dengan slogan salam perubahan dan saya ingin Kabupaten Jayapura menuju kearah perubahan yang lebih baik lagi," kata Boy Eluay dalam acara Tabliq Akbar dengan tema Jayapura Berdoa di halaman Masjid Alaqsa, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Boy didaulat sebagai salah satu tokoh adat untuk memberikan sambutan dalam acara tabliq akbar dengan tema Jayapura Berdoa yang merupakan bagian dari rangkaian HUT Partai Gerindra ke-IX pada 6 Februari 2017 yang digelar oleh pengurus dan pimpinan daerah partai berlambang paruh burung Garuda itu.
"Acara ini merupakan inisiatif dari Ibu Yanni yang juga ketua DPD Gerindra Papua, dimana hajatan ini merupakan langkah pemersatu bangsa di Kabupaten Jayapura," katanya.
Kabupaten Jayapura, kata dia, merupakan rumah bersama bagi semua suku bangsa yang ingin mengabdi dan membangun daerah, sehingga diharapkan persatuan dan kesatuan terusan terjaga dengan baik, salah satunya dengan menggelar acara Jayapura Berdoa.
"Semua suku bangsa ada di Jayapura. Dan Jayapura merupakan salah satu daerah yang menjadi barometer di Indonesia dengan harapan lebih menjadi Indonesia di repulik ini,"katanya.
Semua warga dan suku bangsa, lanjut Boy, merupakan anak kandung dari Kabupaten Jayapura yang tidak boleh membeda-bedakan, satu sama lainnya dengan isu perpecahan seperti isu SARA, namun tetap menunjukkan kemajemukan dalam bingkai Pancasila.
"Kita ini merupakan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu jua. Acara ini, merupakan persembahan seorang Yanni yang begitu peduli dengan kaum muslim di Kabupaten Jayapura," katanya.
Pada momentum itu, Boy juga mengajak agar warga Kabupaten Jayapura dari semua suku bangsa untuk mensukseskan agenda nasional pada 15 Februari 2017 dengan mendatangi TPS-TPS yang ada, guna menyalurkan hak politik sebagai warga negara yang paham demokrasi.
"Golput itu tidak baik. Salurkan hak anda untuk memilih pemimpin masa depan yang ingin lakukan perubahan bagi daerah ini. Yang terpilih nanti merupakan pelayan bagi kita semua warga Kabupaten Jayapura. Dan terakhir, selamat HUT buat Gerindra, jaya selal, salam perubahan," kata Boy. (*)
"Saya bukan orang Gerindra, tapi saya suka dengan slogan salam perubahan dan saya ingin Kabupaten Jayapura menuju kearah perubahan yang lebih baik lagi," kata Boy Eluay dalam acara Tabliq Akbar dengan tema Jayapura Berdoa di halaman Masjid Alaqsa, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Boy didaulat sebagai salah satu tokoh adat untuk memberikan sambutan dalam acara tabliq akbar dengan tema Jayapura Berdoa yang merupakan bagian dari rangkaian HUT Partai Gerindra ke-IX pada 6 Februari 2017 yang digelar oleh pengurus dan pimpinan daerah partai berlambang paruh burung Garuda itu.
"Acara ini merupakan inisiatif dari Ibu Yanni yang juga ketua DPD Gerindra Papua, dimana hajatan ini merupakan langkah pemersatu bangsa di Kabupaten Jayapura," katanya.
Kabupaten Jayapura, kata dia, merupakan rumah bersama bagi semua suku bangsa yang ingin mengabdi dan membangun daerah, sehingga diharapkan persatuan dan kesatuan terusan terjaga dengan baik, salah satunya dengan menggelar acara Jayapura Berdoa.
"Semua suku bangsa ada di Jayapura. Dan Jayapura merupakan salah satu daerah yang menjadi barometer di Indonesia dengan harapan lebih menjadi Indonesia di repulik ini,"katanya.
Semua warga dan suku bangsa, lanjut Boy, merupakan anak kandung dari Kabupaten Jayapura yang tidak boleh membeda-bedakan, satu sama lainnya dengan isu perpecahan seperti isu SARA, namun tetap menunjukkan kemajemukan dalam bingkai Pancasila.
"Kita ini merupakan Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi satu jua. Acara ini, merupakan persembahan seorang Yanni yang begitu peduli dengan kaum muslim di Kabupaten Jayapura," katanya.
Pada momentum itu, Boy juga mengajak agar warga Kabupaten Jayapura dari semua suku bangsa untuk mensukseskan agenda nasional pada 15 Februari 2017 dengan mendatangi TPS-TPS yang ada, guna menyalurkan hak politik sebagai warga negara yang paham demokrasi.
"Golput itu tidak baik. Salurkan hak anda untuk memilih pemimpin masa depan yang ingin lakukan perubahan bagi daerah ini. Yang terpilih nanti merupakan pelayan bagi kita semua warga Kabupaten Jayapura. Dan terakhir, selamat HUT buat Gerindra, jaya selal, salam perubahan," kata Boy. (*)
Pewarta : Pewarta: Alfian Rumagit
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Papua sebut tokoh adat jadi jembatan aspirasi pemerintah dan rakyat
15 February 2026 10:48 WIB
Ketua Adat Papua: Hari Raya Natal momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat
11 December 2025 17:56 WIB
MRP Papeg: Seleksi anggota DPR jalur adat harus melalui lembaga kultur orang asli Papua
05 December 2025 16:42 WIB
Bupati Jayapura tegaskan penguatan adat pilar stabilitas politik di kampung
29 November 2025 16:29 WIB
Pemkot sebut lahan 16 hektare masyarakat adat Skouw Yambe Jayapura berstatus hukum
20 November 2025 3:25 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Pemprov Papua sebut tokoh adat jadi jembatan aspirasi pemerintah dan rakyat
15 February 2026 10:48 WIB
Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua
20 January 2026 4:47 WIB