PTFI-YPMAK gelar operasi katarak gratis 52 orang di Mimika
Jumat, 5 April 2024 19:54 WIB
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tonny Wenas (kedua dari kanan) bersama pasien yang telah melakukan operasi katarak di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika, Jumat (5/4/2024). ANTARA/Agustina Estevani Janggo
Timika (ANTARA) - PT Freeport Indonesia (PTFI) menggandeng Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) dalam memberikan pelayanan kesehatan dan operasi katarak gratis bagi 52 orang di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tonny Wenas di Timika, Jumat, mengatakan ada 1.066 orang yang menerima pelayanan kesehatan dan 52 orang mengikuti operasi katarak gratis.
"Ini merupakan bakti sosial tambahan dari apa yang sudah kami lakukan selama ini, sebagaimana kita ketahui kesehatan adalah pilar utama investasi sosial," katanya.
Menurut Tonny, tahun lalu PTFI telah melakukan investasi sosial hampir Rp2 triliun, dan akan dilanjutkan terus sampai operasi penambangan ini selesai.
"Memasuki usia PTFI ke-57 kami terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara terutama masyarakat Papua di areal pertambangan," ujarnya.
Dia menjelaskan PT Freeport Indonesia harus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, jadi apapun yang dilakukan harus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
"Operasi katarak yang dilakukan hari ini sampai 7 April 2024 nanti diharapkan bisa selesai semuanya dan berhasil dengan baik," katanya lagi.
Dia menambahkan melalui operasi katarak ini diharapkan masyarakat dapat melihat lebih terang, sehingga dapat kembali melakukan kegiatan serta aktivitas dengan lancar tanpa gangguan penglihatan.
"Tentu saja kami tidak akan berhenti sampai di sini, kita akan terus melanjutkan dan disesuaikan dengan keadaan dan situasi ke depannya," ujarnya lagi.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tonny Wenas di Timika, Jumat, mengatakan ada 1.066 orang yang menerima pelayanan kesehatan dan 52 orang mengikuti operasi katarak gratis.
"Ini merupakan bakti sosial tambahan dari apa yang sudah kami lakukan selama ini, sebagaimana kita ketahui kesehatan adalah pilar utama investasi sosial," katanya.
Menurut Tonny, tahun lalu PTFI telah melakukan investasi sosial hampir Rp2 triliun, dan akan dilanjutkan terus sampai operasi penambangan ini selesai.
"Memasuki usia PTFI ke-57 kami terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara terutama masyarakat Papua di areal pertambangan," ujarnya.
Dia menjelaskan PT Freeport Indonesia harus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, jadi apapun yang dilakukan harus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
"Operasi katarak yang dilakukan hari ini sampai 7 April 2024 nanti diharapkan bisa selesai semuanya dan berhasil dengan baik," katanya lagi.
Dia menambahkan melalui operasi katarak ini diharapkan masyarakat dapat melihat lebih terang, sehingga dapat kembali melakukan kegiatan serta aktivitas dengan lancar tanpa gangguan penglihatan.
"Tentu saja kami tidak akan berhenti sampai di sini, kita akan terus melanjutkan dan disesuaikan dengan keadaan dan situasi ke depannya," ujarnya lagi.
Pewarta : Agustina Estevani Janggo
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Papua mulai perketat pengamanan menjelang pergantian Tahun Baru 2026
29 December 2025 18:38 WIB
Polda Papua kerahkan 2.150 personel TNI-Polri amankan Operasi Lilin Cartenz 2025
20 December 2025 3:22 WIB
Dirlantas:pelanggaran saat Operasi Zebra Cartenz 2025 Papua turun 25 persen
01 December 2025 23:03 WIB
Otoritas Bandara Wilayah X memperkuat pengawasan keselamatan operasi penerbangan
27 October 2025 19:19 WIB
Kabid Humas: operasi Sikat Cartenz II Polda Papua amankan 142 sepeda motor curian
20 October 2025 16:38 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
SMK Paniai sebut program pendidikan gratis ringankan beban orang tua siswa
04 February 2026 7:44 WIB