Jayapura (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Papua dan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III melakukan pertemuan yang membahas situasi keamanan, salah satunya masalah meningkatnya aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah itu.

Dalam pertemuan tersebut masing-masing dihadiri Panglima Kogabwilhan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto dan Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin, yang berlangsung di Mapolda Papua di Jayapura.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito di Jayapura, Kamis, menjelaskan pertemuan tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergitas dalam menangani masalah keamanan, khususnya di wilayah Papua.

Dia mengatakan sebagai langkah antisipatif dalam menangani KKB disepakati peningkatan pengamanan di sejumlah wilayah rawan, terkhusus di Papua Selatan.

Menurut dia, strategi penanganan dilakukan melalui pendekatan terpadu, meliputi operasi intelijen, langkah preventif, serta pendekatan humanis kepada masyarakat.

"Pengamanan dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan serta menjamin kegiatan masyarakat berjalan aman dan kondusif," kata Kombes Cahyo.

Dia mengatakan dalam pertemuan itu juga dibahas restrukturisasi komando operasi yang kini terpusat dalam satu kendali untuk wilayah Papua dan Papua Barat.

Menurut dia, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan serta mempercepat respons terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan.

Saat ini, kata Kombes Cahyo, tercatat sebanyak 124 pos pengamanan telah tergelar termasuk di kawasan perbatasan RI-PNG.

Selain itu sinergi intelijen juga diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BIN dan BAIS guna mendeteksi pola pergerakan kelompok bersenjata yang kini memanfaatkan berbagai moda, termasuk transportasi udara.

"Pertukaran informasi secara terbuka menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan," ujarnya.

Sementara itu untuk bidang pengembangan sumber daya manusia, TNI dan Polri membahas tentang upaya peningkatan kualitas putra-putri asli Papua melalui program pendidikan, pembinaan, serta rekrutmen yang selektif dan berintegritas.

“Sinergi TNI-Polri yang solid merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua, dan kami mendorong penguatan koordinasi, baik dalam aspek operasional maupun pertukaran informasi intelijen, sehingga setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara cepat, tepat, dan terukur,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito.