Logo Header Antaranews Papua

Omset pedagang Papua belum terpengaruh isu beras plastik

Selasa, 26 Mei 2015 18:58 WIB
Image Print
Ilustrasi beras plastik (Foto: Istimewa)
"Hasil penjualan beras di pasar belum terpengaruh isu beras plastik," ujar Kepala Seksi Bahan Pokok dan Strategis Bidang Usaha Perdaganagan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Papua Ayub Marbun.

Jayapura (Antara Papua) - Pejabat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua mengungkapkan, omset para pedagang beras di sejumlah pasar di Papua belum terpengaruh isu beras plastik.

"Hasil penjualan beras di pasar belum terpengaruh isu beras plastik," ujar Kepala Seksi Bahan Pokok dan Strategis Bidang Usaha Perdaganagan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Papua Ayub Marbun, di Jayapura, Selasa.

Menurut dia, masyarakat di Papua masih belum terpengaruh dengan semakin gencarnya pemberitaan tentang beras plastik di berbagai media massa, sehingga penjualan beras pun masih tetap seperti biasa.

Penurunan pendapatan pedagang, terutama di Kota Jayapura, kata Marbun, lebih dikarenakan adanya imbauan dari Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano yang mengatur tentang operasional pasar di hari Minggu.

"Cuma yang dianggap merugikan pedagang adalah Pemerintah Kota Jayapura memberlakukan pasar dibuka pada hari Minggu jam 12 siang, itu yang membuat pendapatan mereka berkurang," ucapnya.

Tidak hanya omset penjualan yang menurun, ungkap Marbun, para pedagang juga kadang harus membuang dagangannya karena sudah tidak layak dijual.

"Akibat dari kebijakan itu tidak jarang membuat barang dagangan para pedagang busuk," katanya.

Disperindag sebelumnya juga telah menegaskan bahwa Papua aman dari peredaran beras plastik, dan mereka telah melakukan pengawasan di seluruh pasar yang ada di Papua, termasuk juga ke seluruh distributor yang ada. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026