Logo Header Antaranews Papua

Pemkab Jayawijaya tetapkan HET barang angkutan pesawat kargo

Senin, 1 Januari 2018 15:02 WIB
Image Print
Stabilisasi harga di Papua Sejumlah petugas kargo Maskapai Trigana Air bersiap memasukkan barang-barang dalam pesawat kargo di Bandara Moses Kilangin Timika, Papua. Pesawat kargo tersebut mengangkut barang yang didatangkan dari Jawa melalui Tol Laut dan selanjutnya dikirim ke daerah pedalaman Papua, dengan biaya sebesar 50 persen ditanggung pemerintah agar harga jual di daerah pedalaman Papua tidak terlalu berbeda jauh dengan daerah lain di Indonesia. ANTARA FOTO/Spedy Paereng/wpa/aww/17.
Misalnya gula. Itu pedagang di Distrik Trikora beli dengan harga Rp18 ribu di Wamena (ibu kota Jayawijaya), nanti dia jual di Trikora dengan harga bisa Rp23 ribu per kilogram

Wamena (Antara Papua) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua, menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk penjualan kebutuhan pokok yang akan diangkut menggunakan pesawat subsidi kargo perintis ke distrik-distrik atau kecamatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Nakerindag) Kabupaten Jayawijaya Semuel Munua di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Senin, mengatakan HET yang telah dibahas itu segera disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati.

"Misalnya gula. Itu pedagang di Distrik Trikora beli dengan harga Rp18 ribu di Wamena (ibu kota Jayawijaya), nanti dia jual di Trikora dengan harga bisa Rp23 ribu per kilogram," katanya.

Beberapa komoditas yang juga dibahas misalnya beras yang berada pada kisaran harga Rp23.000 hingga Rp25.000 per kilogram, termasuk semen 50 kg yang dijual dengan harga Rp400 ribu lebih/zak-nya.

"Cuma sampai sekarang belum ada pendistribusian barang ke Distrik Trikora karena pedagang disana belum memiliki modal untuk belanja barang," katanya.

Walau belum melakukan penerbangan ke Distrik Trikora, maskapai itu telah melayani pendistribusian barang pokok ke dua distrik berbeda di kabupaten lainnya yang ada di pegunungan tengah Papua.

"Untuk pendistribusian ke Distrik Munggi dan Distrik Mapenduma di Kabupaten Nduga itu sudah jalan," katanya.

Penerbangan subsidi perintis kargo itu diresmikan pada 24 Oktober 2017, untuk menghubungkan pendistribusian barang dari pusat ibu kota kabupaten dengan beberapa distrik di wilayah pedalaman Papua.

Empat distrik yang menjadi rute penerbangan subsidi perintis kargo tersebut antara lain, Distrik Trikora, Distrik Munggi, Mapenduma serta Distrik Enggolok. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026