• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews papua
Selasa, 27 Januari 2026
ANTARA News Papua
Logo Small Fixed Antaranews papua
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera

      ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera

      Kamis, 22 Januari 2026 18:39

      Wapres pastikan \"quick wins\" berjalan optimal di Papua Pegunungan

      Wapres pastikan "quick wins" berjalan optimal di Papua Pegunungan

      Rabu, 14 Januari 2026 15:39

      Kemendes PDT dorong pengembangan produk UMKM unggulan Jayawijaya

      Kemendes PDT dorong pengembangan produk UMKM unggulan Jayawijaya

      Senin, 5 Januari 2026 6:24

      Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Sabtu, 20 Desember 2025 8:43

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      Senin, 15 Desember 2025 23:08

  • Daerah
    • Dinas Kesehatan Papua Selatan pastikan warga dapat layanan kesehatan

      Dinas Kesehatan Papua Selatan pastikan warga dapat layanan kesehatan

      Dishub Jayawijaya pastikan lima lampu pengatur lalu lintas beroperasi optimal

      Dishub Jayawijaya pastikan lima lampu pengatur lalu lintas beroperasi optimal

      Pemkot Jayapura minta OPD penuhi standar pelayanan minimal

      Pemkot Jayapura minta OPD penuhi standar pelayanan minimal

      BKKBN Papua catat 13.198 peserta KB baru sepanjang 2025

      BKKBN Papua catat 13.198 peserta KB baru sepanjang 2025

      Pemerintah Pusat siapkan 2.714 kuota beasiswa KIP untuk Papua Tengah

      Pemerintah Pusat siapkan 2.714 kuota beasiswa KIP untuk Papua Tengah

  • Gaya Hidup
    • Pesawat Smart Air diduga jatuh karena kehilangan daya angkat

      Pesawat Smart Air diduga jatuh karena kehilangan daya angkat

      Natal Jurnalis Papua jadi momen insan pers berkumpul wartakan kabar baik

      Natal Jurnalis Papua jadi momen insan pers berkumpul wartakan kabar baik

      Pemkab Jayapura minta masyarakat tidak buang sampah sembarangan

      Pemkab Jayapura minta masyarakat tidak buang sampah sembarangan

      Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan laptop bagi 25 siswa dan guru Puncak

      Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan laptop bagi 25 siswa dan guru Puncak

      Pemkot Jayapura catat 68.785 kasus malaria sepanjang 2025

      Pemkot Jayapura catat 68.785 kasus malaria sepanjang 2025

  • Olahraga
    • Persipura Jayapura ditahan imbang PSS Sleman 1-1

      Persipura Jayapura ditahan imbang PSS Sleman 1-1

      Persipura Jayapura taklukkan Deltras 1-0

      Persipura Jayapura taklukkan Deltras 1-0

      Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

  • Hukum
    • Satgas Yonif 511 perkuat karya bakti bersama tokoh masyarakat Balingga

      Satgas Yonif 511 perkuat karya bakti bersama tokoh masyarakat Balingga

      Pesawat Smart Air jatuh di Pantai Nabire

      Pesawat Smart Air jatuh di Pantai Nabire

      Polres Jayapura komitmen tindak tegas premanisme dan pemalakan jalan

      Polres Jayapura komitmen tindak tegas premanisme dan pemalakan jalan

      Prajurit Satgas Yonif 511/DY bantu warga Lowanom bangun kantor gereja

      Prajurit Satgas Yonif 511/DY bantu warga Lowanom bangun kantor gereja

      Kodim Jayawijaya harap babinsa tingkatkan pengabdian bagi warga Elelim

      Kodim Jayawijaya harap babinsa tingkatkan pengabdian bagi warga Elelim

  • Politik
    • Pemprov Papua Pegunungan sebut Pramuka wadah bangun karakter OAP

      Pemprov Papua Pegunungan sebut Pramuka wadah bangun karakter OAP

      Bupati Jayapura sebut pergantian pejabat agar roda pemerintahan optimal

      Bupati Jayapura sebut pergantian pejabat agar roda pemerintahan optimal

      Wagub Papua ingatkan kualitas MBG jadi prioritas

      Wagub Papua ingatkan kualitas MBG jadi prioritas

      Dinas Pangan Papua harap ada data penggunaan bahan pangan pada MBG

      Dinas Pangan Papua harap ada data penggunaan bahan pangan pada MBG

      Pemprov Papua Tengah minta ASN taati jam kerja yang ditetapkan

      Pemprov Papua Tengah minta ASN taati jam kerja yang ditetapkan

  • Otonomi Khusus
    • BPN Papua target terbitkan 5.005 sertifikat tanah pada 2026

      BPN Papua target terbitkan 5.005 sertifikat tanah pada 2026

      Pemkab Jayapura berkomitmen turunkan stunting hingga 14,2 persen pada 2029

      Pemkab Jayapura berkomitmen turunkan stunting hingga 14,2 persen pada 2029

      Jamkrida Papua catat total aset capai Rp85,68 miliar pada 2025

      Jamkrida Papua catat total aset capai Rp85,68 miliar pada 2025

      Kemendukbangga RI harap lima program prioritas berjalan di Jayawijaya

      Kemendukbangga RI harap lima program prioritas berjalan di Jayawijaya

      Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

      Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

  • Ekonomi
    • PLN UP3 Wamena-Pemkab Jayawijaya perkuat mitigasi kebencanaan

      PLN UP3 Wamena-Pemkab Jayawijaya perkuat mitigasi kebencanaan

      BI ajak pelaku usaha Papua ikut kurasi UMKM guna perluas pemasaran

      BI ajak pelaku usaha Papua ikut kurasi UMKM guna perluas pemasaran

      Diskop Papua Pegunungan sebut Kopdes Merah Putih bawa manfaat besar bagi OAP

      Diskop Papua Pegunungan sebut Kopdes Merah Putih bawa manfaat besar bagi OAP

      Dinas Pertanian catat luas lahan tanaman bawang merah di Papua 102,14 hektare

      Dinas Pertanian catat luas lahan tanaman bawang merah di Papua 102,14 hektare

      Kebutuhan sayuran untuk MBG capai satu ton per hari di Jayawijaya

      Kebutuhan sayuran untuk MBG capai satu ton per hari di Jayawijaya

  • Internasional
    • PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Lantamal X  Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Lantamal X Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

  • Artikel
    • \"Sempe\" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      "Sempe" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

  • Foto
    • LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      Agrowisata Stroberi Napua

      Agrowisata Stroberi Napua

      Bandar Udara Wamena

      Bandar Udara Wamena

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

  • Video
    • Dekranas dorong Papua jadi pusat kerajinan Indonesia Timur

      Dekranas dorong Papua jadi pusat kerajinan Indonesia Timur

      Pesawat Smart Air jatuh di Pantai Nabire, tidak ada korban jiwa

      Pesawat Smart Air jatuh di Pantai Nabire, tidak ada korban jiwa

      Realisasikan 2.801 sertifikat, BPN Papua nyaris capai target 2025

      Realisasikan 2.801 sertifikat, BPN Papua nyaris capai target 2025

      Polresta Jayapura musnahkan 840 botol miras ilegal senilai Rp500 juta

      Polresta Jayapura musnahkan 840 botol miras ilegal senilai Rp500 juta

      Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

      Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

Logo Header Antaranews papua

Fenomena kebangsaan dan keadilan di Tanah Air

Oleh : OK Saidin *) id Situasi terkini, demonstrasi mahasiswa, papua,perkebunan, sumut, etnis, etnik Sabtu, 28 September 2019 20:32 WIB

Image Print
Fenomena kebangsaan dan keadilan di Tanah Air

OK Saidin (ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Pekan ini, membaca berita yang membuat hati saya gaduh. Betapa tidak, bangsa yang dimerdekakan dengan kucuran keringat dan tumpahan darah para pejuang dan para pendiri bangsa, yang dirajut dalam ikatan Pancasila sebagai Ideologi negara, ternyata hari ini terusik.

Beberapa hari belakangan ini banyak gelombang protes dari mahasiswa dan pelajar serta berbagai entitas kelompok masyarakat lainnya menuntut berbagai hal terkait isu Pengesahan Undang-Undang KPK, RKUHP dan isu lainnya.

Gelombang protes itu telah menelan korban jiwa. Di tempat lain di Wemena juga terjadi gelombang protes yang merupakan kelanjutan dari beberapa gelombang protes sebelumnya yang sebenarnya gerakan ini sudah berlangsung lama, dimulai dari keinginan untuk mengibarkan bendera bintang Kejora, Pemberian Otonomi Khusus sampai pada keinginan untuk memisahkan diri dari NKRI, Negara Papua Merdeka.

Langkah-langkah penegakan hukum telah diambil dan bahkan langkah politis pun sudah dilakukan. Kalangan politisi, para iintelektual, para ulama dan tokoh-tokoh agama sudah dikumpulkan di Istanan Negara untuk urun rembuk guna mencari pemecahan untuk mengobati "tubuh negara" yang sedang "terluka".

Di luar sana para "penjaga Negara" telah melakukan pengamanan ketat agar "virus" yang menyerang tubuh yang sedang sakit ini tidak sampai masuk ke tulang persendian Negara.

Meskipun tidak mencekam seperti peristiwa 1998, tetapi korban anak bangsa yang gugur sia-sia di tangan anak bangsa sendiri telah melebihi jumlah korban tahun 1998. Apa sebenarnya yang telah terjadi di negeri ini? Benarkah bangsa ini sedang terluka? Lantas jika demikian, "vaksin" apa yang perlu disuntikkan untuk mengobati luka ini?

Tulisan ini ingin mengajak kita semua untuk berbagi pemikiran, betapa memelihara keutuhan bangsa dan menyelamatkan negeri ini dari perpecahan dan penderitaan serta menghindari jatuhnya korban jiwa yang sia-sia adalah sebuah tugas yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Pengalaman Sejarah

Sebuah diagnosa awal yang saya amati dari berbagai fenomena yang berkembang belakangan ini adalah bahwa bangsa ini tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Bangsa ini sedang sakit. Penyakit yang diderita oleh bangsa ini adalah disebabkan karena praktik "ketidakadilan" yang melanda di segenap lapisan kehidupan masyarakat. Akibatnya suasana kehidupan kerap kali dirasakan menjadi tidak pasti.

Kegiatan bisnis yang memerlukan investasi tak dapat diperkirakan (unpredictable) walau pun telah menghabiskan banyak waktu dan biaya akibat aturan yang berbelit-belit tak sinkron antara peraturan yang satu dengan yang lainnya.

Kegiatan bisnis kerap kali tidak bisa diperhitungjkan dapat memberi keuntungan atau justeru harus gulung tikar sebelum waktunya.

Para lulusan universitas juga hidup dalam sebuah ketidakpastian, apakah mereka dapat diterima bekerja atau dapat menjadi wirausaha yang mandiri? Lulusan perguruan tinggi tak lagi dapat diandalkan untuk menciptakan peluang lapangan kerja baru yang dapat menyerap investasi dan tenaga kerja.

Akibatnya satu orang kepala keluarga dituntut untuk dapat menghidupi 8 sampai 12 orang dalam keluarganya.

Rakyat yang menyandang predikat "pengangguran" jumlahnya setiap tahun mengalami peningkatan. Itu sebabnya janji-janji politik yang disertai dengan money politics kerap kali dapat dijadikan sebagai alat untuk memenangkan pemilihan, baik di tingkat legislatif mau pun di tingkat eksekutif.

Saya mewawancarai lebih dari 60 orang para tim sukses yang terlibat dalam pemenangan anggota legislatif yang menang pemilu di berbagai daerah tingkat II (kabupaten/kota) dan tim sukses 6 Kepala Daerah pemenang pemilu. Semuanya mengatakan "perlu uang" yang tidak sedikit untuk mengantarkan mereka ke kursi kekuasannya.

Sahabat saya yang lain mengatakan, saya tak dapat menjadi anggota legislatif karena kekurangan modal. Keluarga saya pada malam hari menjelang pemilihan esok hari, dibanjiri amplop yang berisi uang disertai foto calon legislatif, tak tahu siapa yang mengantarkan uang itu, tetapi dimasukkan dari celah pintu rumah. Instrumen hukum yang ada seakan tak mampu mengatasi hal ini.

Manakala para legislatif dan eksekutif itu menduduki singgasana jabatannya lalu lupa akan janjinya, riak-riak pun muncul. Kalau riak itu kecil lalu bisa dipadamkan, maka selamatlah institusi itu dari gelombang pasang.

Tapi apabila riak itu dibiarkan terus menyeruak ke segala lini, maka gelombang pasang besar seperti tsunami tak terhindarkan lagi. Lihatlah peristiwa keruntuihan rezim Soekarno (diawali dari Gerakan G30S PKI), keruntuhan Rezim Soeharto (diawali dari krisis ekonomi) dan juga kejatuhan Gus Dur (diawali dari Bullogate dan Bruneigate).

Agaknya pengalaman sejarah ini perlu menjadi cermin bagi siapa pun yang sedang diberi amanah atau akan menerima amanah dalam berbagai jabatan negara.

Faktor Ketidakadilan

Sejarah keruntuhan bangsa-bangsa di dunia dan jatuhnya berbagai permimpin dunia bukan disebabkan karena tingginya angka pengangguran, lambannya pergerakan partumbuhan ekonomi atau karena rendahnya tingkat skills atau keahlian rakyatnya.

Sejarah mencatat jatuhnya Dinasti Osmania itu disebabkan karena rezim yang berkuasa saat itu mulai bersikap tidak adil, diawali dari sikap ketidakadilan Sultan Abdul Azis bergelar Murad IV terhadap dirinya sendiri, kemudian menyusul ketidakadilan di lingkungan istana dan merebak ke lingkungan wilayah kerajaan.

Sultan yang hidup berfoya-foya, bermewah-mewah, utang luar negeri semakin menumpuk dan di luar sana rakyat mulai kesulitan untuk mendapat makanan dan aturan-aturan yang dikeluarkan serta praktik-praktik kehidupan mulai meninggalkan pesan-pesan Al Quran, dan semua itu berdampak pada munculnya gelombang protes dan tentu saja didukung oleh pihak-pihak yang ingin mengambil kekuasaan dan akhirnya ia terbunuh oleh lawan politiknya.

Penerusnya Sultan Abdul Hamid II tak mampu meneruskan kekuasaan yang diwariskan kepadanya dalam keadaan carut marut, korupsi merajalela, birokrasi lumpuh, campur tangan asing mulai masuk, akhirnya dinasti yang telah berdiri tegak selama lebih 6 abad (625 tahun) itu harus tumbang.

Itulah sebabnya perintah untuk berbuat adil itu setiap "Jum’at" diingatkan khatib dalam khutbahnya, karena sikap untuk berbuat adil itu mengalami fluktuasi dalam keimanan manusia. Sampai-sampai Al Quran menempatkan kata "Adil" itu menjadi kata terbanyak ketiga dalam Al Quran setelah kata "Tuhan" dalam berbagai sebutan dan kata "ilmu".

Sebagai pemangku jabatan dalam sistem kekuasaan, seorang yang diberi amanah kerap kali lalai dalam perilakunya apakah ia sedang berbuat adil atau tidak. Yang dapat memahami ia berbuat adil atau tidak adalah orang yang terkena dampak dari kekuasaannya itu.

Seorang yang menjadi imam shalat Subuh diharuskan untuk membaca ayat-ayat panjang untuk memberi kesempatan kepada jamaah yang datang terlambat, karena waktu subuh adalah waktu istirahat yang paling nyaman. Tetapi itu bukan berarti Imam yang membaca surat pendek adalah imam yang berbuat "tidak adil", akan tetapi banyaklah orang yang tidak dapat kesempatan untuk mendapat pahala shalat Subuh berjamaah.

Jadi tidak terjadi distribusi kebaikan yang merata, sehingga jamaah beranggapan seolah-olah sang imam saja yang ingin mendapatkan surga.

Meskipun perumpamaan ini tidak tepat benar, tetapi premis ini menjelaskan betapa perbuatan adil itu menghendaki suatu tindakan yang menghindari diskriminasi terhadap kesempatan orang-orang untuk mendapatkan kenikmatan, peluang, dan kebaikan-kebaikan lainnya, baik perbuatan yang secara terang-benderang dilarang oleh hukum dan peraturan mau pun yang tidak dilarang atau tidak termasuk dalam kategori perbuatan melawan hukum.

Misalnya, tidak ada larangan hukum untuk membawa hasil tambang emas dari bumi Papua yang merupakan sebahagian saham PT.Freeport untuk mendukung perekonomian Indonesia, atau membawa hasil-hasil perkebunan yang dikeloia BUMN PT.

Perkebunan (Persero) dari Sumatera Utara, tetapi di sana ada persoalan keadilan bagi rakyat tempat di mana hasil tambang dan hasil bumi itu berasal. Sudahkan ada kesejahteraan yang sama yang kita berikan pada masyarakat di sekitar tempat produksi barang-barang itu berasal?

Negara dan pemerintah yang diberi amanah oleh rakyat sekarang ini harus menghilangkan kekhawatiran rakyat bahwa ke depan negeri ini akan dikuasai oleh mereka-mereka yang dekat dengan lingkaran kekuasaan atau dikuasasi oleh mereka-mereka yang diberi kekuasaan.

Fenomena perilaku korupsi kalangan penguasa mulai kalangan eksekutif dari Kepala Daerah sampai Menteri hingga kalangan Legislatif dan Yudikatif yang terjerat Kasus Korupsi telah membuat rakyat kehilangan kepercayaan terhadap penguasa dan siapa pun yang berhubungan dengan kekuasaan.

Itulah sebabnya setiap ada upaya mengutak-atik Undang-Undang KPK dipandang sebagai pelemahan KPK, walau pun hal itu belum terang benderang demikian. Tapi kecurigaan dan prasangka-prasangka negatif dan stigma minor lainnya selalu dilekatkan. Ini adalah "penyakit serius" yang perlu dicarikan "vaksinnya".

Obatnya tak cukup dengan retorika politik. Harus ada aksi yang konkrit yang dapat memulihkan kembali kepercayaan masyarakat. Terlalu mahal "harga" yang akan kita bayar, jika pemerintah gagal mengatasi situasi ini.

Bangsa ini adalah bangsa yang begitu mudah untuk diajak kompromi. Bangsa yang selalu santun untuk mengikuti petuah-petuah para guru, cerdik pandai, tokoh agama dan tokoh pemuda, tokoh mahasiswa dan tokoh masyarakat.

Langkah yang diambil Presiden Jokowi minggu lalu untuk mengundang para tokoh-tokoh nasional sudah tepat, akan tetapi mereka yang hadir belumlah merupakan representatif dari mereka-mereka yang sedang merasakan "ketidakadilan" di negeri ini.

Harus dibuat rembuk nasional yang melibatkan tokoh-tokoh masyarakat yang lebih luas tidak hanya didominasi atau terbatas dari kalangan Tokoh-Tokoh Jakarta.

Mereka-mereka yang tinggal di daerah banyak yang cerdas yang bisa diajak dan memberikan sumbangsih pemikiran untuk menyelesaikan masalah ini dengan "hati".

Selama ini tokoh-tokoh yang mewakili etnik selalu diabaikan. Pada hal di negeri ini orang boleh berpindah-pindah pilihan Partai Politik dan bahkan boleh berpindah agama, tetapi orang tak bisa berpindah etnik. Oleh karena itu tokoh-tokoh Etnik, Kepala Masyarakat Adat, Sultan, Raja-raja perlu dilibatkan.

Mengapa harus mengundang tokoh-tokoh etnik? Fenomena yang berkembang hari ini terlihat bahwa sebenarnya persoalan kebangsaan di negeri ini masih belum selesai dan Tokoh Etnik masih diterima oleh kaulanya sebagai figur yang mendapat tempat dihati mereka.

Persoalan Kesatuan dan Persatuan bangsa masih harus dipelajari lagi guna menemukan perekat yang lebih bisa diterima semua kalangan dan sebagai prasyaratnya adalah perilaku adil dari mereka yang diberi amanah.

*) OK Saidin adalah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara


Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Inilah situasi terkini perkembangan keberlanjutan liga-liga di Eropa

Inilah situasi terkini perkembangan keberlanjutan liga-liga di Eropa

Rabu, 20 Mei 2020 3:09

Kapolda: Situasi keamanan di Papua aman terkendali

Kapolda: Situasi keamanan di Papua aman terkendali

Senin, 21 Oktober 2019 20:16

Kapolda Papua imbau pekerja jangan keluar dari wilayah Wamena

Kapolda Papua imbau pekerja jangan keluar dari wilayah Wamena

Minggu, 13 Oktober 2019 15:30

Pangdam: Pemerintah bersama TNI-Polri fokus pulihkan situasi di Wamena

Pangdam: Pemerintah bersama TNI-Polri fokus pulihkan situasi di Wamena

Selasa, 8 Oktober 2019 18:02

NU Papua ajak semua pihak menahan diri dalam menyikapi situasi terkini

NU Papua ajak semua pihak menahan diri dalam menyikapi situasi terkini

Senin, 30 September 2019 19:33

Polda: Situasi Papua berangsur kondusif

Polda: Situasi Papua berangsur kondusif

Minggu, 29 September 2019 7:30

Papua Terkini -- Kodam Cenderawasih klaim situasi di Wamena kondusif

Papua Terkini -- Kodam Cenderawasih klaim situasi di Wamena kondusif

Selasa, 3 September 2019 6:37

Kapolda Papua tegaskan situasi di Kota Jayapura kondusif

Kapolda Papua tegaskan situasi di Kota Jayapura kondusif

Senin, 2 September 2019 7:13

  • Terpopuler
Pesawat Smart Air jatuh di Pantai Nabire

Pesawat Smart Air jatuh di Pantai Nabire

Pesawat Smart Air diduga jatuh karena kehilangan daya angkat

Pesawat Smart Air diduga jatuh karena kehilangan daya angkat

BPN Papua target terbitkan 5.005 sertifikat tanah pada 2026

BPN Papua target terbitkan 5.005 sertifikat tanah pada 2026

Pemprov Papua Pegunungan sebut Pramuka wadah bangun karakter OAP

Pemprov Papua Pegunungan sebut Pramuka wadah bangun karakter OAP

Polres Jayapura komitmen tindak tegas premanisme dan pemalakan jalan

Polres Jayapura komitmen tindak tegas premanisme dan pemalakan jalan

  • Top News
Pesawat Smart Air diduga jatuh karena kehilangan daya angkat

Pesawat Smart Air diduga jatuh karena kehilangan daya angkat

Dinas Kesehatan Papua Selatan pastikan warga dapat layanan kesehatan

Dinas Kesehatan Papua Selatan pastikan warga dapat layanan kesehatan

Pesawat Smart Air jatuh di Pantai Nabire

Pesawat Smart Air jatuh di Pantai Nabire

Pemprov Papua Pegunungan sebut Pramuka wadah bangun karakter OAP

Pemprov Papua Pegunungan sebut Pramuka wadah bangun karakter OAP

Polres Jayapura komitmen tindak tegas premanisme dan pemalakan jalan

Polres Jayapura komitmen tindak tegas premanisme dan pemalakan jalan

Video

Dekranas dorong Papua jadi pusat kerajinan Indonesia Timur

Dekranas dorong Papua jadi pusat kerajinan Indonesia Timur

Logo Footer Antaranews papua
papua.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video
  • Artikel
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video