
Masyarakat adat Moy minta pemkab normalisasi Kali Kansari mencegah banjir

Untuk kelangsungan hidup masyarakat
Sentani (ANTARA) - Masyarakat adat Moy meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura agar melakukan normalisasi Kali Dansari untuk mencegah banjir di wilayah mereka.
Wilayah adat Moy berada di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua. Wilayah ini dihuni orang asli Papua dan penduduk transmigrasi dari luar Papua.
Tokoh adat Moy Marthinus Done di Sentani, Rabu, mengatakan kondisi masyarakat di Kampung Dosay selalu waspada saat hujan deras karena takut Kali Dansari meluap.
“Kami berharap kejadian banjir 2019 lalu tidak terulang lagi, Untuk itu, normalisasi kali sangat diharapkan untuk kelangsungan hidup masyarakat di Dosay,” katanya.
Menurut dia, masyarakat di Kampung Dosay ada yang menjadi korban banjir pada 2019 lalu tetapi tidak mendapat perhatian dari pemda.
“Kali Dansari setelah banjir pada 2019 sampai saat ini tidak diperhatikan, padahal kali tersebut sudah melebar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura Jan Willem Rumere mengatakan normalisasi kali dansari penting sekali untuk dilakukan.
“Memang ada pembangunan jembatan, tetapi aliran air atau normalisasi sangat penting untuk dilakukan agar masyarakat tidak terdampak banjir,” katanya.
Jan menyebut pembangunan jembatan itu dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional Jayapura sehingga hal-hal menyangkut pengamanan dalam pencegahan banjir perlu dilakukan.
“Dinding dari pinggiran kali itu harus dibangun agar aliran airnya bisa berjalan baik sehingga tidak lagi ada musibah banjir seperti yang terjadi pada 2019,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
