
Bakesbangpol Jayawijaya dan LMA memperkuat koordinasi cegah gangguan keamanan

Masyarakat harus sadar menjaga stabilitas keamanan daerah
Wamena (ANTARA) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) 40 distrik memperkuat koordinasi mencegah gangguan keamanan menjelang 1 Desember 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jayawijaya Amos Asso di Wamena, Jumat mengatakan untuk mengantisipasi gangguan keamanan pada 1 Desember 2025 telah mengagendakan untuk melakukan pertemuan dengan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) 40 distrik dan organisasi kepemudaan (OKP) di daerah ini.
“Kami sudah berencana untuk melakukan pertemuan LMA 40 distrik termasuk OKP supaya bersama-sama mengantisipasi gangguan keamanan yang dapat terjadi pada tanggal 1 Desember,” katanya.
Menurut dia, koordinasi bersama LMA 40 distrik dan OKP sangat penting untuk memberikan kenyamanan dan keamanan di Kabupaten Jayawijaya.
“Kami sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis akan sama-sama dengan TNI-Polri, LMA dan OKP untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap tenang menjelang 1 Desember 2025. Kita inginkan Wamena tetap damai, aman, nyaman dan tenteram,” ujarnya.
Dia menjelaskan situasi keamanan dan ketertiban sangat perlu dilakukan bukan hanya mengantisipasi 1 Desember yang sebagian orang menganggap hari ulang tahun (HUT) organisasi yang bertentangan dengan ideologi bangsa, tetapi memasuki bulan penuh kasih Perayaan Hari Raya Natal.
“Memasuki bulan Desember itu orang harus tenang, damai sehingga bisa merayakan Natal dengan penuh suka cita. Selain itu juga, keamanan harus dijaga bersama-sama untuk memberikan rasa damai menjelang HUT Kota Wamena pada 10 Desember 2025,” katanya.
Dia mengajak seluruh masyarakat di 40 distrik untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah, pihak keamanan TNI-Polri menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Ibu Kota Papua Pegunungan.
“Wamena, Kabupaten Jayawijaya saat ini telah menjadi pusat Ibu Kota Papua Pegunungan sehingga seluruh masyarakat harus sadar dan dapat menjaga stabilisasi keamanan dengan baik sehingga bulan penuh kasih (Desember) dapat digunakan untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, putra jurus selamat,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
