Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Matius D. Fakhiri meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setempat untuk lebih gencar melakukan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya judi online (judol) dan pinjaman online ilegal yang berdampak pada kesehatan pengelolaan keuangan warga.
"Pada Rabu (7/1) OJK Papua melakukan kunjungan kerja dan pertemuan tersebut saya meminta agar gencar melalukan edukasi bahaya pinjol ilegal dan judol khususnya untuk masyarakat di daerah perkampungan," katanya di Jayapura, Kamis (8/1).
Menurut Fakhiri, edukasi sejak dini ini sangat penting dilakukan kepada masyarakat, terutama terkait praktik keuangan yang menyimpang seperti judi online dan pinjaman tidak resmi.
"Untuk itu kolaborasi antara pemerintah daerah dan OJK sangat penting dalam memonitor lalu lintas keuangan di Papua," ujarnya.
Dia menjelaskan termasuk juga dalam mendukung perbankan daerah agar tata kelola keuangan berjalan baik dan sehat.
“Dengan koordinasi dan kolaborasi ini, OJK dapat membantu memonitor lalu lintas keuangan di daerah, sehingga kami juga bisa mengetahui bagaimana kesehatan pengelolaan keuangan di Provinsi Papua,” katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya juga meminta agar masyarakat diberi pemahaman dari sejak dini tentang pengelolaan keuangan sehingga bisa berjalan baik dan benar.
"Apalagi Ini juga penting untuk mendukung UMKM dan penyaluran kredit kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Papua Fatwa Aulia mengatakan pihaknya siap mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Matius D. Fakhiri.
“Kami sangat siap berkolaborasi dan mendukung Pemerintah Provinsi Papua dalam mendukung keuangan yang lebih baik," katanya.

