Jayapura (Antaranews Papua) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mengungkapkan nilai ekspor Papua pada November 2018 meningkat drastis sebesar 111,78 persen atau dari sebelumnya 169,14 juta dolar AS menjadi 366,65 juta dolar AS.

"Dilihat dari jenisnya, ekspor Papua terdiri dari barang migas sebesar 335 juta dolar AS dan barang nonmigas sebesar 366,65 juta dolar AS," ujar Kepala BPS Papua, Simon Sapary, di Jayapura, Senin.

Ia menjelaskan nilai ekspor golongan Bijih Tembaga dan Konsentrat (HS26) tercatat senilai 362,10 juta dolar AS atau meningkat 116,78 persen dibandingkan nilai ekspor bulan sebelumnya yang senilai 169,14 juta dolar AS.

Sementara golongan Kayu dan Barang dari Kayu (HS44) mempunyai nilai ekspor sebesar 4,38 juta dolar AS atau turun 18,18 persen. Golongan Non Migas Lainnya memiliki nilai ekspor sebesar 0,17 juta dolar AS atau -59,66 persen.

"Adapun golongan Ikan dan Hewan Air Lainnya (HS03) pada November 2018 tidak tercatat adanya kegiatan ekspor," kata dia.

Simon menyebut ekspor terbesar pada periode tersebut adalah ke Korea Selatan dengan nilai 112,47 juta dolar AS, lalu Tiongkok 69,40 juta dolar AS dan Jepang 48,24 juta dolar AS.

Adapun ekspor ke negara lainnya pada November 2018 senilai 136,54 juta dolar AS atau mengalami peningkatan dibanding Oktober 2018 yang sebesar 4,44 juta dolar AS.

Secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari-November 2018 adalah senilai 3,765 miliar dolar AS atau meningkat hingga 91,69 persen dibandingkan total ekspor Januari-November 2017 yang senilai 1,964 miliar dolar AS.