Jayapura (ANTARA) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cumai Jayapura terus memberikan fasilitasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada komoditas unggulan kopi agar mampu menembus pasar internasional secara mandiri.
Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin di Jayapura, Selasa, mengatakan pihaknya berperan aktif mendampingi petani dan pelaku usaha kopi mulai dari pemahaman prosedur ekspor hingga penyusunan dokumen yang dibutuhkan.
“Tidak hanya sosialisasi, kami juga memberikan asistensi langsung terkait tata cara ekspor, melengkapi dokumen, hingga memenuhi persyaratan yang ditetapkan," katanya.
Menurut Fungki, kopi Papua memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan daerah lain oleh sebab itu komoditas unggulan terebut harus diekspor.
"Untuk itu tidak kami tidak hanya memberikan edukasi saja melainkan membantu hingga ekspor," ujarnya
Dia menejelaskan sehingga pihaknya berharap agar UMKM kopi Papua dapat percaya diri melakukan ekspor sendiri dengan rutin terutama jenis kopi spesialti yang diminati pasar internasional seperti Jepang dan Korea Selatan.
"Agar bisa bersaing di luar negeri, aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produksi harus dijaga dengan baik," katanya.
Dia menambahkan selama ini produk sudah bagus, hanya saja masih terkendala kontinuitas dan akses buyer. Karena itu pihaknya akan berkoaborasi dengan Bank Indonesia, perbankan, dan Kementerian Perdagangan agar UMKM mendapat pembinaan menyeluruh.
"Kami mengimbau pelaku UMKM kopi Papua agar tidak minder dalam memasarkan produknya ke luar negeri. Karena kopi Papua punya kualitas yang sangat baik dan sudah diakui. Tinggal bagaimana mendorong agar petani dan pelaku usaha berani menembus pasar global," ujarnya.

