
Bea dan Cukai Jayapura dampingi UMKM untuk tembus pasar ekspor PNG

Jayapura (ANTARA) - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Jayapura, Papua, melalui program Klinik Ekspor terus mendampingi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat menembus pasar ekspor di negara Papua Nugini (PNG).
"Ada beberapa UMKM yang saat ini berupaya melebarkan usahanya sehingga dapat mengekspor produknya ke PNG dan negara Pasifik lainnya," kata Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Jayapura Fungki Awaludin di Jayapura, Sabtu.
Fungki yang didampingi Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan (KIP) KPPBC Jayapura Petrus Doan mengakui saat ini baru satu UMKM Jayapura yang mengekspor produknya ke PNG yaitu produk minuman kemasan teh Kombucha yang diproduksi Ruma Papua.
Tercatat 14 UMKM yang saat ini menjadi binaan KPPBC Jayapura.
"Mudah-mudahan ke depan makin banyak UMKM Jayapura yang produksinya diekspor khususnya ke PNG dan negara Pasifik," harap Fungki Awaludin.
Sementara itu pemilik Ruma Papua yang memproduksi Kombucha Dian Lestari mengatakan saat ini kombucha yang diproduksinya memiliki 12 varian rasa yang bahan bakunya berasal dari berbagai daerah di Tanah Papua dan sudah diekspor ke PNG.
Memang benar kombucha yang diproduksi Ruma Papua saat ini lebih mengutamakan menggunakan bahan atau buah-buahan yang banyak di Tanah Papua, seperti pinang, nanas asal Provinsi Papua Pegunungan dan sarang semut asal Merauke dari Provinsi Papua Selatan.
"Saat ini Ruma Papua sudah mampu memproduksi Kombucha sebanyak 10.000 botol per bulan dan sudah masuk hingga ke pasar di Denpasar, Bali," kata Dian Lestari.
Diakui, dengan menggunakan bahan baku yang ada di Tanah Papua maka dapat menekan harga jual sekaligus sebagai upaya memberdayakan petani dengan membeli produk mereka.
"Untuk ekspor kombucha produksi Ruma Papua dilakukan melalui pihak ketiga yang sudah memiliki hubungan dengan pengusaha di PNG, dengan pendampingan yang dilakukan Bea dan Cukai Jayapura," kata Dian Lestari.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
