Pengamat: Bos baru BUMN diharapkan miliki integritas
Senin, 25 November 2019 15:33 WIB
Gedung Kementerian BUMN di Jakarta. (Antara News/Dewa Wiguna)
Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengharapkan figur baru yang duduk di jajaran direksi dan komisaris di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus memiliki integritas.
"Jadi bukan karena faktor kedekatan tapi juga semestinya dilihat dari tiga faktor salah satunya integritas," katanya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, integritas harus dimiliki agar orang-orang baru yang ditunjuk menduduki BUMN tidak mudah terpengaruh intervensi politik.
Selain integritas, lanjut dia, mereka juga harus memiliki kompetensi bidang di BUMN dan mampu menjadi agen pembangunan di samping menerapkan efisiensi dan profit.
"Saya harap bukan menggantikan orang lain ke orang baru jadi bukan hanya sekedar mengganti orang yang dari menteri sebelumnya ke orang dekat dengan menteri yang sekarang," imbuh Direktur Eksekutif Core Indonesia itu.
Setidaknya ada lima BUMN yang diprioritaskan untuk mendapat bos baru yaitu PT Inalum (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kini duduk menjadi Dirut PLN.
Bank BTN dan Pertamina juga memiliki bos baru salah satunya Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komisaris Utama Pertamina dan Emma Sri Martini ditunjuk menjadi Direktur Keuangan Pertamina, yang sebelumnya sebagai Direktur Utama Telkomsel.
Posisi Dirut BTN sebelumnya kosong setelah Suprajarto menolak penugasan Kementerian BUMN untuk menjadi Direktur Utama BTN.
Dirut BTN kini dipimpin oleh Pahala N. Mansury yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan Pertamina dan Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara dipimpin oleh mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah.
Sedangkan Direktur Utama Inalum sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Menteri BUMN.
"Jadi bukan karena faktor kedekatan tapi juga semestinya dilihat dari tiga faktor salah satunya integritas," katanya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, integritas harus dimiliki agar orang-orang baru yang ditunjuk menduduki BUMN tidak mudah terpengaruh intervensi politik.
Selain integritas, lanjut dia, mereka juga harus memiliki kompetensi bidang di BUMN dan mampu menjadi agen pembangunan di samping menerapkan efisiensi dan profit.
"Saya harap bukan menggantikan orang lain ke orang baru jadi bukan hanya sekedar mengganti orang yang dari menteri sebelumnya ke orang dekat dengan menteri yang sekarang," imbuh Direktur Eksekutif Core Indonesia itu.
Setidaknya ada lima BUMN yang diprioritaskan untuk mendapat bos baru yaitu PT Inalum (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero).
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kini duduk menjadi Dirut PLN.
Bank BTN dan Pertamina juga memiliki bos baru salah satunya Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komisaris Utama Pertamina dan Emma Sri Martini ditunjuk menjadi Direktur Keuangan Pertamina, yang sebelumnya sebagai Direktur Utama Telkomsel.
Posisi Dirut BTN sebelumnya kosong setelah Suprajarto menolak penugasan Kementerian BUMN untuk menjadi Direktur Utama BTN.
Dirut BTN kini dipimpin oleh Pahala N. Mansury yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan Pertamina dan Komisaris Utama PT Bank Tabungan Negara dipimpin oleh mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Chandra Hamzah.
Sedangkan Direktur Utama Inalum sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Menteri BUMN.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Karantina Papua gagalkan pengiriman Kadal Gecko di Bandara Sentani Jayapura
27 December 2025 15:43 WIB
Badan Pertanahan Nasional/ATR Biak serahkan dua sertifikat hak pakai sekolah
18 December 2025 21:02 WIB
LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat
15 December 2025 23:08 WIB
Dishub Papua pastikan petugas Angkutan Lintas Batas Negara PNG sesuai dengan SOP
17 November 2025 15:06 WIB
Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otsus Papua minta investor utamakan rekrut pekerja OAP
18 October 2025 16:12 WIB
BPJS Kesehatan mencatat 122.788 pekerja badan usaha aktif terdaftar di JKN Papua
17 October 2025 14:56 WIB
BGN sebut empat dapur sudah beroperasi di Kabupaten Jayawijaya Papua Pegunungan
17 October 2025 14:50 WIB
Pemprov Papua sebut pelatihan fasilitator perkuat penerapan gizi berkualitas
15 October 2025 18:38 WIB
Disnaker Biak sebut badan usaha wajib daftar pekerja perlindungan jaminan sosial
05 October 2025 20:17 WIB