Pemkab Biak harap BUMN-BUMD lakukan pendampingan pelaku usaha OAP
Selasa, 16 Agustus 2022 9:11 WIB
Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap S.Si, M.Pd saat pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-77 Kemerdekaan RI. ANTARA/Muhsidin
Biak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua mengharapkan jajaran BUMN-BUMD dan satuan TNI-Polri melakukan pendampingan kepada pelaku usaha orang asli Papua (OAP) untuk bisa merasakan kemerdekaan ekonomi di momentum HUT ke-77 Kemerdekaan RI.
Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap di Biak, Selasa, mengatakan terdapat seribuan pelaku usaha kecil mikro OAP yang sangat membutuhkan pendampingan dalam bidang pemasaran, manajemen keuangan, bantuan permodalan hingga kemampuan produksi usaha yang sehat dan berkualitas.
"Kami juga terus berupaya pemerintah daerah melalui dinas terkait terus meningkatkan skill dan keterampilan pelaku usaha OAP," katanya.
Menurut Herry, namun komitmen memberdayakan pelaku usaha OAP, tidak dapat dilakukan pemerintah daerah semata tetapi sangat membutuhkan partisipasi nyata para pemangku kepentingan lain seperti halnya BUMN-BUMD dan satuan TNI-Polri di Kabupaten Biak Numfor.
"Dengan diberikan pendampingan, pelaku usaha OAP diharapkan dapat berkembang usaha produksinya dan menambah penghasilan keluarganya," ujarnya.
Dia menjelaskan secara keseluruhan perekonomian di Biak telah tumbuh baik positif setelah dua tahun Indonesia ikut terkena imbas dilanda pandemi COVID-19.
"Saat ini banyak muncul pelaku usaha OAP seperti beternak ayam, berjualan makanan dan minuman hingga sektor jasa, konstruksi dan perdagangan sangat membutuhkan pendampingan semua pemangku kepentingan," katanya lagi.
Sekadar diketahui, berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor hingga 2022 tercatat 2.500 lebih pelaku usaha OAP yang dominan pada sektor usaha berjualan di pasar seperti sayur mayur, buah pinang sirih hingga makanan dan minuman.
Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap di Biak, Selasa, mengatakan terdapat seribuan pelaku usaha kecil mikro OAP yang sangat membutuhkan pendampingan dalam bidang pemasaran, manajemen keuangan, bantuan permodalan hingga kemampuan produksi usaha yang sehat dan berkualitas.
"Kami juga terus berupaya pemerintah daerah melalui dinas terkait terus meningkatkan skill dan keterampilan pelaku usaha OAP," katanya.
Menurut Herry, namun komitmen memberdayakan pelaku usaha OAP, tidak dapat dilakukan pemerintah daerah semata tetapi sangat membutuhkan partisipasi nyata para pemangku kepentingan lain seperti halnya BUMN-BUMD dan satuan TNI-Polri di Kabupaten Biak Numfor.
"Dengan diberikan pendampingan, pelaku usaha OAP diharapkan dapat berkembang usaha produksinya dan menambah penghasilan keluarganya," ujarnya.
Dia menjelaskan secara keseluruhan perekonomian di Biak telah tumbuh baik positif setelah dua tahun Indonesia ikut terkena imbas dilanda pandemi COVID-19.
"Saat ini banyak muncul pelaku usaha OAP seperti beternak ayam, berjualan makanan dan minuman hingga sektor jasa, konstruksi dan perdagangan sangat membutuhkan pendampingan semua pemangku kepentingan," katanya lagi.
Sekadar diketahui, berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Biak Numfor hingga 2022 tercatat 2.500 lebih pelaku usaha OAP yang dominan pada sektor usaha berjualan di pasar seperti sayur mayur, buah pinang sirih hingga makanan dan minuman.
Pewarta : Muhsidin
Editor : Hendrina Dian Kandipi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BBPOM Jayapura minta pelaku usaha lokal cantumkan label kedaluwarsa secara jelas
26 March 2026 5:30 WIB
Pemkab Jayapura salurkan bantuan alat produksi keripik untuk 14 pelaku usaha
11 December 2025 16:33 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemprov Papua targetkan pendapatan dari pajak kendaraan sebesar Rp81 miliar pada 2026
08 April 2026 20:32 WIB