Timika (Antara Papua) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, telah menarik semua petugas kesehatan dari Kampung Fakafuku, Distrik Agimuga, pascainsiden percobaan pemerkosaan terhadap seorang petugas bidan oleh oknum warga di kampung itu.
Sekretaris Dinkes Mimika Raynold Ubra di Timika, Selasa, mengatakan Dinkes Mimika tidak akan mengirim petugas kesehatan ke Fakafuku sebelum kasus tersebut ditindaklanjuti secara hukum.
"Saya sudah menghubungi kepala distrik (camat) dan memberitahukan bahwa petugas kesehatan tidak akan pernah ada di Fakafuku sebelum kasus itu diselesaikan secara hukum. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolsek Agimuga agar pelaku segera diproses," kata Raynold.
Ia mengatakan kasus percobaan pemerkosaan terhadap petugas bidan di Fakafuku terjadi belum lama ini. Petugas tersebut dilaporkan diancam hendak dibacok dengan kampak dan hendak diperkosa oleh seorang warga Fakafuku.
Di kampung itu, terdapat tiga petugas kesehatan yang ditempatkan Dinkes Mimika. Mereka terdiri atas dua orang bidan dan satu tenaga perawat.
"Saat kejadian itu ada tujuh orang petugas kesehatan di Fakafuku. Selain petugas yang kami tempatkan, ada juga petugas dari Pelkesi yang hendak melakukan kegiatan promosi preventif. Tapi karena ada kejadian tersebut, kami perintahkan semua petugas keluar dari Kampung Fakafuku," jelas Raynold.
Raynold mengatakan para petugas kesehatan yang ditempatkan Dinkes Mimika wajib dilindungi keberadaannya oleh aparat kampung dan distrik serta masyarakat setempat.
"Satu orang tenaga kesehatan itu berharga sekali karena dia akan menyelamatkan penduduk di satu populasi. Memang kami dibayar oleh pemerintah, tapi petugas kami juga harus mendapat perlindungan dari masyarakat. Kasus ini sudah dilaporkan sampai ke tingkat Dinkes Provinsi Papua," ujarnya.
Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas masalah tersebut dan menghukum pelaku dengan hukuman seberat-beratnya agar memberikan efek jera kepada yang bersangkutan dan masyarakat lainnya agar tidak melakukan perbuatan serupa di kemudian hari.
"Kalau kasus-kasus seperti ini tidak diselesaikan sampai tuntas, nanti akan muncul kasus-kasus serupa di kemudian hari. Ini baru satu kasus dari sekian banyak kasus yang menimpa petugas kesehatan kami di Mimika. Ada yang pernah diancam mau dipanah, mau diparangi, mau dipukul, bahkan pintu jendela Puskesmas dirusak oleh oknum-oknum warga. Tolong masalah ini diperhatikan serius oleh semua pihak," pinta Raynold. (*)

