Keerom (Antaranews Papua) - Dewan Adat Skamto, Arso, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, meminta kepada pemerintah setempat memberi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan budaya.
Ketua Dewat Adat Skamto, Didimus Warare di Keerom, Selasa, mengatakan Pemkab Keerom tidak membuka ruang bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan budaya dimasing-masing kampung.
Didimus mengakui pemerintah setempat tengah melaksanakan Festival Budaya Keerom pada 2-4 Agustus 2018 lalu namun tidak semua budaya masyarakat ditampilkan.
"Keerom memiliki tujuh budaya itu dari tujuh wilayah adat yang ada di Keerom, masing-masing kampung budayanya berbeda," katanya.
Kampung tersebut diantaranya Kampung Web, Towe, dan Sawayamas
Budaya yang dimiliki masing-masing kampung seperti tarian perang, tarian tentang air banjir, tarian tentang air bah yang menyerang orang juga ada.
Menurut dia, masyarakat masing-masing kampung masih mempertahankan beragam tarian tersebut.
"Tapi hingga kini pemerintah tidak membuka ruang bagi masyarakat masing-masing kampung untuk kembangkan budaya tarian-tarian itu,"
Didimus berharap kedepan ada ruang yang dibuka bagi masyarakat adat untuk mengembangkan budayanya.

