
SMAN 1 Wamena izinkan siswa minim fasilitas belajar tatap muka

Wamena (ANTARA) - Manajemen SMA Negeri 1 Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua mengizinkan siswa yang tidak memiliki fasilitas untuk mendukung kegiatan belajar dalam jaringan (daring) agar tetap melakukan pembelajaran tatap muka.
Guru SMA Negeri 1 Wamena Kornelia M Alomau di Wamena, Selasa, mengatakan tidak semua siswa memiliki telepon genggam maupun paket data untuk mendukung pembelajaran daring sehingga pihaknya melakukan pembelajaran tatap muka.
"Ini dilakukan untuk anak-anak yang tidak bisa masuk di googlemeet karena tidak punya pulsa data, tidak punya hp android atau mungkin jaringannya susah sehingga kami fasilitas dengan mereka datang ke sekolah,"katanya.
Diakuinya, karena siswa itu harus menerima pelajaran sementara situasi dihadapkan pada pandemi COVID-19 maka pihak sekolah mewajibkan pelajar tetap menggunakan masker serta mencuci tangan.
"Anak yang belajar secara tatap muka ini tidak terlalu banyak. Biasanya tidak sampai 30 anak. Pembelajarannya tiga mata pelajaran setiap hari. Satu mata pelajaran satu jam, tanpa istrahat. Jadi nanti jam 11.30 WIT mereka sudah pulang," katanya.
Ia memastikan sebagian besar siswa dan siswi belum divaksinasi disebabkan karena berbagai alasan.
Ada siswa yang benar-benar tidak mau vaksin, sementara ada siswa lainnya yang mau divaksin namun orang tua mereka tidak setuju.
"Kemarin kita lakukan pendataan ulang ketika siswa datang untuk mengambil bahan ajar, itu hanya 45 anak yang bersedia divaksin," katanya.
Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
