Biak (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Biak Numfor, Papua Ustadz KH Ahmad Burhanulhaq menyebut Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah merupakan sebuah kemenangan bagi umat Muslim yang 'berperang' melawan hawa nafsu setelah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
"Idul Fitri yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia untuk menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadhan selama 30 hari," ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustadz KH Ahmad Burhanulhaq pada Khatib Shalat Id di Masjid Agung Baiturrahman Biak, Senin.
Ia mengatakan, dalam agama Islam, "Idul Fitri" berasal dari bahasa Arab, yang berarti "Hari Raya Fitrah."
Kata "fitrah", lanjut dia, merujuk pada kesucian atau keadaan alami manusia yang bersih dari segala dosa.
"Mari umat Islam di Kabupaten Biak Numfor untuk senantiasa menjaga nilai-nilai ibadah puasa yang telah kita jalani selama bulan Ramadhan untuk diamalkan dalam kehidupan di bulan Syawal," imbuh Ketua MUI Burhanulhaq.
Hari Raya Idul Fitri, menurut dia, menjadi momen penting untuk mempererat hubungan silaturahim antarkeluarga, teman, dan sesama umat manusia.
"Idul Fitri juga mengajarkan setiap pribadi Muslim untuk membuka pintu saling maaf-memaafkan dan berbagi kebahagiaan," harapnya.
Data Dewan Masjid Indonesia Biak, pelaksanaan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah di Kabupaten Biar Numfor tersebar di 21 lokasi masjid dan lapangan Hanggar Base Ops Pangkalan Udara Manuhua Biak.
Hingga pukul 13.00 WIT arus kendaraan di Biak sekitarnya masih normal dan berjalan lancar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Idul Fitri bulan kemenangan melawan hawa nafsu saat puasa Ramadhan