
TPID Jayapura dorong penguatan kelompok tani menekan inflasi

Jayapura (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mendorong penguatan kelompok tani dan subsidi harga guna menstabilkan harga kebutuhan pokok di masyarakat.
Ketua TPID Kabupaten Jayapura Delila Giyai di Sentani, Jumat, mengatakan upaya mengendalikan harga dilakukan melalui intervensi langsung sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing dinas teknis, khususnya rumpun ekonomi.
"Kebijakan khusus itu dilakukan oleh masing-masing perangkat daerah melalui tupoksinya, seperti Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mereka punya program bantuan bibit, pupuk, obat-obatan," katanya.
Dia mengatakan kelompok tani yang menerima bantuan tersebut mitra binaan yang telah terdaftar resmi dalam sistem penyuluh pertanian milik pemerintah pusat, sedangkan dengan mekanisme ini maka bantuan diarahkan tepat sasaran.
"Operasi teknis serupa juga dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, hingga Dinas Perikanan dan Peternakan melalui pendekatan ke kelompok-kelompok binaan yang ada," ujarnya.
Dia menjelaskan bantuan disalurkan melalui kelompok-kelompok yang memang telah terdaftar dan dibina terus serta dilakukan pemantauan agar dampaknya dapat langsung mengurangi tekanan harga di pasar.
"TPID menyalurkan bantuan langsung bagi masyarakat, terutama petani yang sedang panen, dukungan diberikan dalam bentuk fasilitasi pemasaran, logistik hingga transportasi hasil panen seperti jagung dan padi," katanya.
Dengan kolaborasi antardinas, penguatan kelompok binaan, dan subsidi harga, TPID Kabupaten Jayapura optimistis mampu menekan gejolak harga dan menjaga daya beli masyarakat, terutama pada kesempatan krusial, yakni menjelang hari raya.
"Kita bantu agar mereka dapat menjual hasilnya, kita komunikasikan, pertemukan dengan pembeli, memberikan bantuan logistik seperti karung dan angkutannya, agar mereka tidak merugikan dan menjaga ketersediaan pangan lokal," ujarnya.
Pewarta : Agustina Estevani Janggo
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
