Logo Header Antaranews Papua

Dinkes Jayawijaya pastikan layanan nakes rumah sakit tetap optimal

Selasa, 1 Juli 2025 17:09 WIB
Image Print
Kepala Dinkes Kabupaten Jayawijaya Lesman Tabuni (tengah) didampingi Pelaksana Direktur RSUD Wamena dr Charles C Ratulangi (dua dari kanan) bersama jajarannya ketika memberikan keterangan pers kepada wartawan di Wamena terkait informasi hoaks di media sosial mengenai pelayanan nakes di rumah sakit maupun puskesmas yang tidak profesional. ANTARA/Yudhi Efendi

Wamena (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan memastikan pelayanan tenaga kesehatan atau nakes di rumah sakit dan puskesmas tetap optimal.

Hal itu disampaikan menyusul adanya postingan di media sosial dan WhatsApp grup oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan nakes di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena tidak bekerja secara optimal.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Jayawijaya Lesman Tabuni di Wamena, Selasa, mengatakan seluruh tenaga kesehatan baik dokter, perawat, bidan, gizi, kesehatan lingkungan, apoteker di rumah sakit, puskesmas dan pelayanan kesehatan lainnya hadir untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Masyarakat harus tahu bahwa kehadiran nakes di seluruh pusat layanan kesehatan di Kabupaten Jayawijaya untuk melayani sepenuh hati masyarakat, bukan untuk membunuh,” katanya.

Menurut dia, tidak benar informasi yang beredar ketika pasien datang ke rumah sakit maupun puskesmas pulangnya tidak sehat malah meninggal.

“Nakes di rumah sakit itu mereka diambil sumpah di hadapan Tuhan untuk dapat memberikan pelayanan optimal bagi seluruh masyarakat. Jadi tidak benar ketika nakes tidak menjalankan tugas dengan profesional karena itu bertentangan dengan sumpah janji profesi dan Tuhan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk pengobatan lebih optimal maka gejala sakit apapun yang dirasakan oleh masyarakat segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Batuk, pilek masyarakat jangan menganggap sepele, tetapi bisa langsung datang berobat, supaya nakes bisa memberikan pelayanan optimal. Jangan tunggu sampai parah baru dibawa ke rumah sakit atau puskesmas, dan ketika terjadi apa-apa nakes yang dianggap bersalah,” katanya.

Bahkan pasien yang datang ke rumah sakit dan puskesmas dalam keadaan mabuk sekalipun nakes tetap memberikan pelayanan optimal guna menyelamatkan nyawanya.“Masyarakat jangan berpikiran negatif terhadap proses nakes, karena nakes di sini bekerja profesional, amanah dan sesuai dengan sumpah janji terhadap profesi maupun kepada Tuhan sang pencipta. Nyawa manusia itu sangat berarti dalam setiap tindakan yang dilakukan dalam perawatan pasien,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026