Logo Header Antaranews Papua

BI Papua: 20 UMKM unggulan ikut ajang KKI 2025 di Jakarta

Jumat, 8 Agustus 2025 21:20 WIB
Image Print
Salah satu UMKM unggulan Papua mengikuti KKI 2025 di Jakarta. (ANTARA/HO-Bank Indonesia Papua)

Jayapura (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Papua mengikutkan 20 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) unggulan setempat dalam ajang nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 yang berlangsung di Jakarta pada 7–10 Agustus 2025.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua David Sipahutar di Jayapura, Jumat, mengatakan KKI merupakan program tahunan yang dilaksanakan Bank Indonesia sejak 2016 sebagai wadah strategis untuk mempromosikan produk unggulan dari seluruh Indonesia, seperti wastra, kriya, kopi, makanan olahan, dan produk berbasis keberlanjutan.

“Pada 2025 kami mengikutsertakan 20 UMKM unggulan Papua di mana untuk empat pelaku usaha dengan hadir langsung di Jakarta sedangkan sisanya melalui daring,” katanya.

Menurut David, untuk tahun ini, KKI mengusung tema “Sinergi dan Inovasi: Kunci Penguatan Peran UMKM sebagai Motor Penggerak Ekonomi Berkelanjutan.

”Pada empat UMKM unggulan yang hadir secara langsung di KKI 2025, yaitu Ki Basic atau kerajinan noken, Noken Clothing, Sambal Baba (kuliner), dan Kakao Kita Papua,” ujarnya.

Dia menjelaskan selain itu, turut ditampilkan kopi arabika dari Koperasi Produsen Emas Hijau Papua dan Batik Mamayoo yang mengangkat motif khas Papua melalui teknik batik tulis dan cap.

“Sehingga seluruh UMKM yang terlibat merupakan hasil kurasi ketat oleh kurator profesional. Dengan begitu kehadiran UMKM Papua, baik fisik maupun digital, menjadi bukti nyata komitmen Bank Indonesia dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Dia menambahkan dan melalui kegiatan tersebut dua UMKM mendapat kesempatan menjajaki kerja sama dagang dengan pembeli dari Jepang, Malaysia, Tiongkok, Amerika Serikat dan Australia.

“Sehingga kami berharap dengan kegiatan tersebut bisa membuka pasar baru bagi produk Papua, khususnya kopi, sekaligus membuktikan daya saing global tanpa meninggalkan identitas lokal,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026