Logo Header Antaranews Papua

Kadin Papua sebut perlu terobosan perluas ekspor ke PNG

Kamis, 12 Maret 2026 08:42 WIB
Image Print
Warga PNG saat berbelanja di pasar Skouw yang berada di perbatasan RI-PNG. (ANTARA/Evarukdijati)

Jayapura (ANTARA) - Ketua Kadin Papua Ronald Antonio Bonai mengatakan perlu langkah terobosan untuk memperluas ekspor ke Papua Nugini (PNG) yang saat ini masih terbatas.

Ketua Kadin Papua Ronald Antonio Bonai kepada ANTARA dihubungi di Jayapura, Rabu, Ronald mengatakan ekspor ke PNG masih skala kecil dan terbatas karena yang menjadi tujuan adalah Provinsi West Sepik yang beribu kota Vanimo.

Saat ini komoditas asal Indonesia khususnya Papua yang diekspor ke PNG melalui PLBN Skouw itu sebagian besar hanya sampai di Vanimo yang merupakan ibu kota Provinsi West Sepik.

"Butuh terobosan dan perhitungan yang cermat mengingat komoditas yang diperjualbelikan di negara tetangga itu sebagian besar dipasok dari China," kata Ronald Antonio Bonai.

Ia mengatakan saat ini komoditas yang diekspor melalui PLBN Skouw itu lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Vanimo dan sekitarnya.

"Mudah-mudahan ke depan ada transportasi langsung misalnya kapal dari Jayapura yang akan mengangkut berbagai komoditas hingga ke Port Moresby, ibukota Papua Nugini," kata Ronald Bonai.

Sementara itu Kepala Bea Cukai Jayapura Fungki Awaludin secara terpisah mengatakan selama tahun 2025 nilai ekspor melalui PLBN Skouw tercatat sebesar Rp92,93 miliar.

Komoditas yang diekspor ke PNG itu sebagian besar merupakan peralatan rumah tangga, minuman dan makanan serta perlengkapan bahan bangunan.

"Para pengusaha diharapkan dapat mengisi peluang dengan mengekspor berbagai komoditas ke PNG," kata Fungki Awaludin.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026