Produksi ikan Nila di Sentani capai 400 ton setahun
Minggu, 18 Januari 2015 16:46 WIB
Ilustrasi ikan nila (Foto: Istimewa)
Sentani (Antara Papua) - Produksi ikan nila di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua per tahun bisa mencapai kurang lebih 400 ton.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura Frangklyn K. Mananoma kepada Antara di Sentani, Minggu, mengatakan jumlah ini diperoleh dari budidaya keramba warga di Kampung Asei Kecil Distrik Sentani Timur.
"Jika dalam satu hari Kampung Asei Kecil bisa memproduksi satu ton ikan nila, maka dalam setahun dengan 365 hari akan memperoleh 365 ton ikan," katanya.
Frangklyn menuturkan, total 365 ton ikan nila tersebut, jika ditambah dengan produksi ikan nila warga di luar keramba, maka bisa mencapai 400 ton.
"Produksi ikan nila Sentani tiap tahunnya diperkirakan akan meningkat, karena jumlah keramba yang dibantu oleh pemerintah juga mengalami peningkatan," ujarnya.
Dia menjelaskan yang menjadi kendala terbesar dalam pengembangan budidaya ikan khususnya ikan nila adalah pakannya, karena biaya produksi untuk item tersebut sangat besar.
"Harga pakan ikan sekarang satu karung berisi 30 kilogram dengan harga Rp11-12 ribu per kilogram di pasar bisa mencapai Rp300 ribu," katanya lagi.
Dia menambahkan, jika saja harga pakan ikan hanya Rp4-5 ribu saja per kilogram maka masyarakat pembudidaya bisa merasakan keuntungannya. (*)
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura Frangklyn K. Mananoma kepada Antara di Sentani, Minggu, mengatakan jumlah ini diperoleh dari budidaya keramba warga di Kampung Asei Kecil Distrik Sentani Timur.
"Jika dalam satu hari Kampung Asei Kecil bisa memproduksi satu ton ikan nila, maka dalam setahun dengan 365 hari akan memperoleh 365 ton ikan," katanya.
Frangklyn menuturkan, total 365 ton ikan nila tersebut, jika ditambah dengan produksi ikan nila warga di luar keramba, maka bisa mencapai 400 ton.
"Produksi ikan nila Sentani tiap tahunnya diperkirakan akan meningkat, karena jumlah keramba yang dibantu oleh pemerintah juga mengalami peningkatan," ujarnya.
Dia menjelaskan yang menjadi kendala terbesar dalam pengembangan budidaya ikan khususnya ikan nila adalah pakannya, karena biaya produksi untuk item tersebut sangat besar.
"Harga pakan ikan sekarang satu karung berisi 30 kilogram dengan harga Rp11-12 ribu per kilogram di pasar bisa mencapai Rp300 ribu," katanya lagi.
Dia menambahkan, jika saja harga pakan ikan hanya Rp4-5 ribu saja per kilogram maka masyarakat pembudidaya bisa merasakan keuntungannya. (*)
Pewarta : Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub Papua lepas ekspor perdana 17,8 ton produk tuna olahan ke Amerika Serikat
25 February 2026 7:11 WIB
Pemkab Jayawijaya mendorong pengembangan budi daya ikan air tawar pada 2026
25 December 2025 16:20 WIB
Kajari Hendra: Kejari Biak konsultasikan lelang dua kapal ikan ke Kejaksaan Agung
12 December 2025 16:11 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Bulog Papua perkuat edukasi ketahanan pangan bagi pelajar di Bumi Cenderawasih
23 April 2026 9:31 WIB