Jayapura (Antara Papua) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyatakan Kota Jayapura pada September 2016 mengalami inflasi 0,55 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 126,84.
"Di Kota Jayapura pada September 2016 terjadi inflasi 0,55 persen atau terjadi kenaikan angka IHK dari 126,15 pada Agustus 2016 menjadi 126,84 pada September 2016," ujar Kepala Bidang Distribusi BPS Papua Bambang Wahyu Ponco Aji di Jayapura, Senin.
Ia menuturkan kenaikan harga barang dan jasa di Kota Jayapura ditunjukan oleh peningkatan angka indeks pada kelompok pengeluaran barang dan jasa.
Kelompok yang dimaksud adalah, kelompok bahan makanan jadi, minuman dan rokok 2,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11 persen, kelompok sandang 0,06 persen, dan kelompok trasnportasi, komunikasi dan jasa keuangan 1,46 persen.
"Sedangkan kelompok yang mengamai penurunan indeks adalah, kelompok bahan makanan 0,28 persen dan kelompok kesehatan0,02 persen," kata dia.
Bambang menambahkan, kenaikan harga yang cukup signifikan mendorong terjadinya inflasi di Kota Jayapura antara lain pada komoditi, angkutan udara, talas, nasi dengan lauk, buah pinang, tarif pulsa ponsel, jeruk, ketela pohon, dan lain-lain.
"Sedangkan beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga adalah, ekor kuning, cabai rawit, wortel, minyak goreng, kangkung, bawang merah, cakalang, dan lain-lain," ujarnya lagi.
Disebutkannya juga bahwa dari 82 kota IHK tercatat 58 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga (1,85%)) dan terendah di Purwokerto dan Banyuwangi (0,02%). (*)

