Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua berkomunikasi untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal dengan membuka ruang kepada para seniman lokal untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah setempat.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru di Jayapura, Sabtu, mengatakan pihaknya juga segera membuat regulasi agar seluruh pelaku jasa seperti perhotelan, perbankan, dan instansi pelayanan publik menggunakan atribut budaya lokal.
"Seperti laki-laki memakai topi adat Port Numbay dan perempuan menggunakan tusuk konde khas daerah," katanya.
Menurut Rustan, produk kearifan lokal juga akan ditampilkan di berbagai tempat publik seperti hotel, restoran, dan supermarket dalam bentuk etalase pameran hasil karya anak-anak Port Numbay julukan Kota Jayapura.
"Hal ini menjadi program pemerintah daerah sebagai upaya melestarikan identitas budaya lokal," ujarnya.
Dia menjelaskan Pemkot Jayapura melalui Dinas Pariwisata setempat juga terus melaksanakan Festival Port Numbay yang menampilkan atraksi budaya, pertunjukan seni dari sanggar-sanggar lokal sehingga menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas generasi muda Port Numbay melalui seni tari, ukiran, maupun karya kerajinan tangan.
"Festival Port Numbay juga menjadi ajang pertemuan antara para Ondoafi dan pelaku usaha lokal," katanya
Dia menambahkan bahwa kegiatan yang dilakukan seperti Festival Port Numbay merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan ekonomi lokal yang bertumpu pada sektor jasa, pariwisata, dan UMKM berbasis kearifan lokal.

