Menko Kemaritiman Luhut sebut Kanada berminat tanam 2 miliar dolar di SWF Indonesia
Jumat, 18 Desember 2020 14:50 WIB
Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Maritim Luhut B. Pandjaitan (dua dari kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (tiga dari kiri) menemui sejumlah pejabat tinggi di Jepang untuk menyampaikan rencana pembentukan sovereign wealth fund atau badan pengelola dana investasi di Indonesia. ANTARA/HO-KBRI Tokyo/aa.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Kanada juga berminat untuk ikut menanamkan modal sebesar 2 miliar dolar AS di Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia.
"Kita kan Sovereign Wealth Fund kita kemarin tambah lagi, kita dapat 2 miliar dolar AS lagi dari Kanada. Mereka kasih komitmen," katanya singkat seusai acara Indonesia-China Tourism and Investment Forum, yang juga digelar secara virtual, Jumat.
Kendati demikian, Luhut tidak menjelaskan secara gamblang pihak atau lembaga asal Kanada yang telah menyatakan komitmen untuk masuk ke lembaga pengelola investasi tersebut.
Pemerintah telah menerbitkan sejumlah produk hukum terkait LPI yang merupakan aturan turunan UU Cipta Kerja. Produk hukum itu diantaranya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2020 tentang Modal Awal LPI yang menjelaskan modal awal LPI sebesar Rp15 triliun adalah bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2020.
Kemudian, PP Nomor 74 Tahun 2020 tentang LPI yang mengatur mengenai tata kelola dan operasionalisasi LPI dengan diadaptasi dari praktik-praktik lembaga sejenis bereputasi terbaik di dunia sehingga mampu mengedepankan prinsip independensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Serta Keputusan Presiden Nomor 128/P Tahun 2020 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Pengawas LPI dari Unsur Profesional.
"Jadi sekarang Sovereign Wealth Fund ini organisasinya sudah jadi, tinggal sekarang cari manusia, awaknya. Karena itu harus cari orang independen, orang market," ujarnya.
Pemerintah juga akan membuka seleksi bagi calon anggota dewan pengawas LPI. Luhut berharap, organisasi tersebut bisa segera rampung agar bisa mulai beroperasi pada pertengahan Januari 2021.
"Nah sekarang, head hunter (panitia seleksi) sudah dibuat kemarin untuk mencari, saya berharap organisasi ini akan jadi semua dengan manusianya pada Januari pertengahan," katanya.
Sebagaimana diketahui, pada akhir November 2020, US DFC telah menandatangani surat minat untuk menginvestasikan 2 miliar dolar AS ke LPI. Komitmen investasi juga datang dari JBIC yang telah berkomitmen untuk menginvestasikan 4 miliar dolar AS.
"Kita kan Sovereign Wealth Fund kita kemarin tambah lagi, kita dapat 2 miliar dolar AS lagi dari Kanada. Mereka kasih komitmen," katanya singkat seusai acara Indonesia-China Tourism and Investment Forum, yang juga digelar secara virtual, Jumat.
Kendati demikian, Luhut tidak menjelaskan secara gamblang pihak atau lembaga asal Kanada yang telah menyatakan komitmen untuk masuk ke lembaga pengelola investasi tersebut.
Pemerintah telah menerbitkan sejumlah produk hukum terkait LPI yang merupakan aturan turunan UU Cipta Kerja. Produk hukum itu diantaranya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2020 tentang Modal Awal LPI yang menjelaskan modal awal LPI sebesar Rp15 triliun adalah bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2020.
Kemudian, PP Nomor 74 Tahun 2020 tentang LPI yang mengatur mengenai tata kelola dan operasionalisasi LPI dengan diadaptasi dari praktik-praktik lembaga sejenis bereputasi terbaik di dunia sehingga mampu mengedepankan prinsip independensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Serta Keputusan Presiden Nomor 128/P Tahun 2020 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Pengawas LPI dari Unsur Profesional.
"Jadi sekarang Sovereign Wealth Fund ini organisasinya sudah jadi, tinggal sekarang cari manusia, awaknya. Karena itu harus cari orang independen, orang market," ujarnya.
Pemerintah juga akan membuka seleksi bagi calon anggota dewan pengawas LPI. Luhut berharap, organisasi tersebut bisa segera rampung agar bisa mulai beroperasi pada pertengahan Januari 2021.
"Nah sekarang, head hunter (panitia seleksi) sudah dibuat kemarin untuk mencari, saya berharap organisasi ini akan jadi semua dengan manusianya pada Januari pertengahan," katanya.
Sebagaimana diketahui, pada akhir November 2020, US DFC telah menandatangani surat minat untuk menginvestasikan 2 miliar dolar AS ke LPI. Komitmen investasi juga datang dari JBIC yang telah berkomitmen untuk menginvestasikan 4 miliar dolar AS.
Pewarta : Ade irma Junida
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
MRP Papeg: Seleksi anggota DPR jalur adat harus melalui lembaga kultur orang asli Papua
05 December 2025 16:42 WIB
Kementerian ATR/BPN mendorong penguatan kelembagaan adat hak ulayat di Papua
19 November 2025 21:34 WIB
Polres Jayawijaya ajak lembaga negeri dan swasta cegah sedini mungkin bencana alam
16 November 2025 12:52 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pertamina Papua pastikan distribusi energi aman hingga libur Lebaran berakhir
27 March 2026 9:16 WIB