• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews papua
Sabtu, 24 Januari 2026
ANTARA News Papua
Logo Small Fixed Antaranews papua
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera

      ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera

      Kamis, 22 Januari 2026 18:39

      Wapres pastikan \"quick wins\" berjalan optimal di Papua Pegunungan

      Wapres pastikan "quick wins" berjalan optimal di Papua Pegunungan

      Rabu, 14 Januari 2026 15:39

      Kemendes PDT dorong pengembangan produk UMKM unggulan Jayawijaya

      Kemendes PDT dorong pengembangan produk UMKM unggulan Jayawijaya

      Senin, 5 Januari 2026 6:24

      Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Badan Geologi sebut 127 gunung berapi di Indonesia bersatus aktif

      Sabtu, 20 Desember 2025 8:43

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      LKBN ANTARA meraih predikat Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Pusat

      Senin, 15 Desember 2025 23:08

  • Daerah
    • Pemkab berupaya tingkatan SDM kesehatan generasi muda Jayawijaya

      Pemkab berupaya tingkatan SDM kesehatan generasi muda Jayawijaya

      Disdik Jayawijaya dorong pendidikan muatan lokal Bahasa Baliem di SD

      Disdik Jayawijaya dorong pendidikan muatan lokal Bahasa Baliem di SD

      Disdik Jayawijaya sebut pembelajaran mendalam penting bagi pendidik

      Disdik Jayawijaya sebut pembelajaran mendalam penting bagi pendidik

      Kadinkes sebut RSUD Jayapura jadi rujukan pasien dari Papua Selatan

      Kadinkes sebut RSUD Jayapura jadi rujukan pasien dari Papua Selatan

      Pemkab Jayapura gandeng BTN untuk kelola retribusi sampah

      Pemkab Jayapura gandeng BTN untuk kelola retribusi sampah

  • Gaya Hidup
    • Pemkot Jayapura catat 68.785 kasus malaria sepanjang 2025

      Pemkot Jayapura catat 68.785 kasus malaria sepanjang 2025

      TP PKK Jayawijaya dorong percepatan penurunan stunting

      TP PKK Jayawijaya dorong percepatan penurunan stunting

      Pemprov Papua Selatan bagikan 300 ribu kelambu tekan sebaran malaria

      Pemprov Papua Selatan bagikan 300 ribu kelambu tekan sebaran malaria

      Tim SAR evakuasi 13 ABK KM Bintang Laut di sekitar perbatasan RI-PNG

      Tim SAR evakuasi 13 ABK KM Bintang Laut di sekitar perbatasan RI-PNG

      Kodim 1702/Jayawijaya dorong peran pemuda dalam pertahanan negara

      Kodim 1702/Jayawijaya dorong peran pemuda dalam pertahanan negara

  • Olahraga
    • Persipura Jayapura taklukkan Deltras 1-0

      Persipura Jayapura taklukkan Deltras 1-0

      Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Kapolda Papua apresiasi dua personel Polisi meraih prestasi di SEA Games

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      Persipura Jayapura menang lawan Persela Lamongan 2-0

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

      PSSI Papua Pegunungan menetapkan tiga klub baru di kongres tahunan

      Menko Polkam serahkan sarana olahraga kepada DPD KNPI Papua Pegunungan

      Menko Polkam serahkan sarana olahraga kepada DPD KNPI Papua Pegunungan

  • Hukum
    • Lapas Wamena gagalkan percobaan pelarian tujuh tahanan

      Lapas Wamena gagalkan percobaan pelarian tujuh tahanan

      Satgas Yonif 511/DY peringati Isra Mikraj dengan warga Muslim Tolikara

      Satgas Yonif 511/DY peringati Isra Mikraj dengan warga Muslim Tolikara

      Personel Polres Tolikara patroli malam untuk beri rasa aman

      Personel Polres Tolikara patroli malam untuk beri rasa aman

      TNI-Polri lakukan patroli gabungan di Serambakom-Pegubin

      TNI-Polri lakukan patroli gabungan di Serambakom-Pegubin

      Satgas Yonif 511/DY bagikan pakaian layak pakai bagi masyarakat Pirime

      Satgas Yonif 511/DY bagikan pakaian layak pakai bagi masyarakat Pirime

  • Politik
    • Bupati Jayapura sebut pergantian pejabat agar roda pemerintahan optimal

      Bupati Jayapura sebut pergantian pejabat agar roda pemerintahan optimal

      Wagub Papua ingatkan kualitas MBG jadi prioritas

      Wagub Papua ingatkan kualitas MBG jadi prioritas

      Dinas Pangan Papua harap ada data penggunaan bahan pangan pada MBG

      Dinas Pangan Papua harap ada data penggunaan bahan pangan pada MBG

      Pemprov Papua Tengah minta ASN taati jam kerja yang ditetapkan

      Pemprov Papua Tengah minta ASN taati jam kerja yang ditetapkan

      Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua

      Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua

  • Otonomi Khusus
    • Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

      Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

      Gubernur Papua usulkan bangun PLBN dan PLBLN ke Komisi II RI

      Gubernur Papua usulkan bangun PLBN dan PLBLN ke Komisi II RI

      Pemkab Jayapura dorong penerbangan internasional di Bandara Sentani

      Pemkab Jayapura dorong penerbangan internasional di Bandara Sentani

      KEP minta Bappenas percepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Tanah Papua

      KEP minta Bappenas percepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Tanah Papua

      Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

      Jamkrida Papua catat pendapatan 2025 capai Rp4 miliar

  • Ekonomi
    • Investor pasar modal di Papua tumbuh 25 persen pada 2026

      Investor pasar modal di Papua tumbuh 25 persen pada 2026

      Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

      Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

      BI catat transaksi QRIS di Papua capai 39,47 juta sepanjang 2025

      BI catat transaksi QRIS di Papua capai 39,47 juta sepanjang 2025

      Telkomsel pastikan jaringan layanan IndiHome di Tanah Papua pulih

      Telkomsel pastikan jaringan layanan IndiHome di Tanah Papua pulih

      Pertamina ajak publik bergerak bersama dalam transisi energi

      Pertamina ajak publik bergerak bersama dalam transisi energi

  • Internasional
    • PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      PLBN Skouw siap dukung operasional angkutan lintas batas RI-PNG

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Konsulat RI: Produk asal Indonesia mulai marak dijual di Papua Nugini

      Lantamal X  Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Lantamal X Jayapura serahkan enam WNA PNG ke Imigrasi

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Kedubes RI mendampingi proses hukum 35 nelayan di Port Moresby-PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

      Konsul RI Vanimo: Empat WNI dilaporkan ditahan di Penjara Daru PNG

  • Artikel
    • \"Sempe\" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      "Sempe" budaya Papua yang terancam dalam lingkaran wadah plastik

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Natal menjadi simbol persatuan di Papua Pegunungan

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Bantuan Natal dan tahun baru hingga ke pelosok kampung terjauh di Kabupaten Jayapura

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Perusda Jayapura tangkap peluang ekonomi dari program Makan Bergizi Gratis

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

      Melayani anak-anak tak berdaya di Lembah Baliem Papua Pegunungan

  • Foto
    • LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      LKBN ANTARA latih foto untuk UMKM Bangka Belitung

      Agrowisata Stroberi Napua

      Agrowisata Stroberi Napua

      Bandar Udara Wamena

      Bandar Udara Wamena

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Digitalisasi di lingkungan sekolah

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

      Antara Biro Papua bersilahturahmi dengan Pendam XVII/Cenderawasih

  • Video
    • Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

      Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

      QRIS kian diminati di Papua, tahun 2025 mencapai 39,4 juta transaksi

      QRIS kian diminati di Papua, tahun 2025 mencapai 39,4 juta transaksi

      Jayapura hadapi 68 ribu kasus Malaria, Dinkes intensifkan penanganan

      Jayapura hadapi 68 ribu kasus Malaria, Dinkes intensifkan penanganan

      Dinkes Kota Jayapura catat 147 ribu warga manfaatkan CKG pada 2025

      Dinkes Kota Jayapura catat 147 ribu warga manfaatkan CKG pada 2025

      Kementerian HAM-Uncen perkuat kolaborasi pendidikan dan riset HAM

      Kementerian HAM-Uncen perkuat kolaborasi pendidikan dan riset HAM

Logo Header Antaranews papua

Menilik wacana pemulangan WNI simpatisan ISIS

Oleh : Yuni Arisandy Sinaga id WNI simpatisan ISIS,pemulangan WNI dari Suriah,The Habibie Center,WNI kombatan ISIS,repatriasi WNI Suriah Minggu, 29 Desember 2019 19:18 WIB

Image Print
Menilik wacana pemulangan WNI simpatisan ISIS

Peneliti The Habibie Center Nurina Vidya Hutagalung (tengah) dalam acara seminar bertajuk "Bicara Terorisme: Tantangan dan Solusi Pemulangan Simpatisan ISIS" yang diadakan oleh lembaga penelitian The Habibie Center di Jakarta, Jumat (27/9/2019). (ANTARA/Yuni Arisandy)

Jakarta (ANTARA) - Pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang terasosiasi dengan konflik di Suriah dan Irak telah menjadi suatu wacana yang diperdebatkan tidak hanya di kalangan publik, namun juga oleh para pengambil kebijakan.

Berdasarkan data yang dikutip dari keterangan lembaga penelitian The Habibie Center, masih ada sebanyak 639 WNI di Suriah dan Irak yang terindikasi terasosiasi dengan ISIS, mencakup para kombatan, WNI yang bekerja sebagai pegawai sipil dalam struktur administrasi ISIS, para anggota keluarga, dan mereka yang ingin tinggal di wilayah yang dikuasai ISIS.

Para kombatan asal Indonesia -- umumnya laki-laki -- saat ini sebagian besar berada di kamp-kamp tahanan.

Sementara itu, para anggota keluarga -- sebagian besar perempuan dan anak-anak -- yang terkait dengan ISIS saat ini berada di tengah kondisi yang memprihatinkan di kamp-kamp pengungsian di Suriah.

Sekitar 200 orang WNI perempuan dan anak-anak yang berada di kamp pengungsian di Al Hawl serta para kombatan yang berada di dalam tahanan yang dikelola Otoritas Kurdistan Suriah berada dalam kondisi yang sulit.

Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia didorong untuk memfasilitasi kepulangan para WNI simpatisan ISIS tersebut karena hal itu dianggap sebagai tanggung jawab negara untuk melindungi warga negara.

Namun, di sisi lain, beberapa pihak khawatir pemulangan para WNI simpatisan ISIS, khususnya mereka yang pernah menjadi kombatan, kembali ke Indonesia dapat menimbulkan ancaman keamanan di dalam negeri.

Pencabutan Kewarganegaraan

Dalam konteks perdebatan mengenai pemulangan WNI simpatisan ISIS dari Suriah, wacana mengenai pencabutan kewarganegaraan terhadap para simpatisan ISIS seringkali mengemuka.

Namun, pencabutan kewarganegaraan terhadap para WNI simpatisan ISIS dapat menjadi suatu pilihan kebijakan yang bersifat kontraproduktif, kata peneliti The Habibie Center Nurina Vidya Hutagalung.

"Pilihan kebijakan pencabutan kewarganegaraan sebagai hukuman terhadap simpatisan ISIS justru dapat menjadi kontra-produktif karena berpotensi memberikan legitimasi bagi keberadaan ISIS itu sendiri sebagai suatu entitas politik," ujar Vidya.

Dia menjelaskan bahwa peraturan perundang-undangan yang ada sulit untuk bisa digunakan sebagai rujukan bagi kebijakan dan tindakan pencabutan kewarganegaraan dari para WNI simpatisan ISIS tersebut.

Misalnya, pasal 23 Undang-Undang No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia mengatur kondisi dimana seorang WNI dapat kehilangan kewarganegarannya bila "masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari presiden dan secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada atau bagian dari negara asing". Pasal tersebut memang berpotensi untuk dijadikan rujukan.

Namun, kata Vidya, status ISIS sebagai "tentara asing" atau "negara asing" tentu masih diperdebatkan. Dunia internasional tidak menganggap ISIS sebagai suatu entitas politik atau suatu negara.

Konvensi Montevideo 1933 mengatur syarat berdirinya sebuah negara, yaitu populasi permanen, wilayah yang tetap, pemerintah dengan kendali yang efektif, dan kemampuan untuk menjalin hubungan dengan negara lain.

"Pada tahun-tahun kekuasaan ISIS berada pada puncaknya, setidaknya tiga syarat pertama bisa dianggap terpenuhi. Akan tetapi, hingga saat ini tidak ada satu negara pun yang bersedia menjalin hubungan diplomatik resmi dengan ISIS, sehingga tidak mungkin ISIS berhak atas status negara," jelas Vidya.

Selain itu, pencabutan kewarganegaraan juga sulit dilakukan karena Indonesia menjamin dalam konstitusi dasarnya hak seseorang atas status kewarganegaraan sebagai salah satu hak asasi manusia.

Posisi konstitusi Indonesia itu pun sejalan dengan sejumlah perjanjian dan perangkat hukum internasional yang juga menjamin hak kewarganegaraan, seperti pasal 15 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia yang menegaskan bahwa "setiap orang mempunyai hak atas kewarganegaraan".

Arah Kebijakan

Selanjutnya, menentukan arah kebijakan yang tepat untuk memutuskan apakah WNI simpatisan ISIS harus diterima kepulangannya atau tidak bukanlah pilihan yang mudah bagi pemerintah Indonesia.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, menyebutkan tiga aspek utama yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan terkait wacana pemulangan WNI simpatisan ISIS, salah satunya adalah aspek kemanusiaan.

Menurut Judha, dari aspek kemanusiaan, pemulangan para WNI simpatisan ISIS dinilai perlu dilakukan atas asas kemanusiaan. Namun, dia menambahkan bahwa pemerintah tentu perlu mempertimbangkan aspek keamanan.

Pemulangan para WNI simpatisan ISIS dikhawatirkan bisa mendatangkan ancaman keamanan. Para WNI yang pernah terlibat sebagai kombatan mungkin telah menguasai kemampuan dan keterampilan yang suatu saat dapat digunakan untuk aksi teror di dalam negeri.

Selain itu, potensi penyebaran ideologi radikal yang dianut oleh para simpatisan ISIS merupakan suatu sumber kekhawatiran lainnya.

"Kita pasti pertimbangkan sisi kemanusiaan, apalagi yang menyangkut perempuan dan anak-anak, tetapi memulangkan (para WNI simaptisan ISIS) itu tentu punya dampak keamanan," ujar Judha.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Selasa (8/10/2019). ANTARA/Yashinta Difa/am.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa pemerintah RI juga perlu mempertimbangkan aspek penegakan hukum, terutama untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

"Terkait masalah penegakan hukum, rasa keadilan masyarakat perlu dipenuhi. Para WNI yang ke sana untuk menjadi kombatan ISIS itu kan menyalahi undang-undang kita maka penegakan hukum harus dilakukan," ucap Judha.

Menurut peneliti The Habibie Center Nurina Vidya Hutagalung, pemerintah Indonesia memiliki setidaknya tiga opsi untuk upaya penanganan dan pemulangan para WNI simpatisan ISIS.

"Ada tiga skenario pilihan kebijakan yang dapat diambil pemerintah Indonesia terkait wacana pemulangan WNI simpatisan ISIS, yaitu pemulangan seluruhnya, pemulangan sebagian, atau sama sekali tidak ada pemulangan," ujar Vidya.

Dia memaparkan ketiga pilihan kebijakan tersebut. Pertama, pemerintah dapat berupaya memulangkan seluruh WNI yang terdata di Suriah, baik kombatan yang berada di tahanan maupun anggota keluarga perempuan dan anak-anaknya.

"Dibanding opsi yang lain, dalam jangka pendek kebijakan memulangkan seluruh WNI yang saat ini ditampung atau ditahan di Suriah akan menjadi yang paling menantang," katanya.

Untuk itu, pemerintah harus mampu menyiapkan infrastruktur di dalam negeri terkait penilaian, pemulangan, dan penampungan sementara bagi para WNI simpatisan ISIS.

Pilihan kedua, pemerintah Indonesia dapat tidak memfasilitasi dan menolak pemulangan WNI simpatisan ISIS.

"Dibandingkan opsi yang lain, dalam jangka pendek, pilihan kebijakan ini akan menjadi yang paling mudah dan murah. Namun, dalam jangka panjang, pilihan kebijakan ini akan sangat merugikan," ucap Vidya.

Dia menyebut pilihan kebijakan tersebut bersifat merugikan sebab pemerintah akan mendapat tekanan luas karena dianggap mengabaikan aspek kemanusiaan dan bertindak preventif dalam penanganan para WNI simpatisan ISIS.

"Memburuknya kondisi kemanusiaan di kamp-kamp pengungsian dan tahanan di Suriah akan menempatkan pemerintah Indonesia di posisi sulit," jelasnya.

Pilihan ketiga, pemerintah Indonesia dapat memulangkan dulu hanya perempuan dan anak-anak yang berada di kamp-kamp pengungsian dan membiarkan para kombatan asal Indonesia yang berada di tahanan untuk sementara waktu.

"Opsi ini sepertinya yang paling mungkin diambil oleh pemerintah saat ini," ucap Vidya.

Dengan memulangkan para WNI perempuan dan anak-anak dari Suriah, lanjut dia, pemerintah Indonesia tetap menjalankan tanggung jawab untuk melindungi WNI sembari meminimalisir potensi ancaman keamanan dari para WNI yang menjadi kombatan dan terasosiasi dengan ISIS, dan untuk lebih lanjut mengelola potensi ancaman itu melalui program-program rehabilitasi, deradikalisasi, reintegrasi, pemantauan serta pengawasan.

Kebijakan Repatriasi

Pemerintah Indonesia bila memilih untuk memulangkan para WNI simpatisan ISIS dari Suriah harus melaksanakan kebijakan repatriasi tersebut berdasarkan kesiapan kapasitas infrastruktur legal dan institusional di dalam negeri.

Vidya menyebutkan bahwa proses pemulangan dan penanganan para WNI eks-kombatan ISIS dan mereka yang terasosiasi ISIS tentu akan melibatkan berbagai instansi. Dalam konteks itu, koordinasi lintas kementerian/lembaga menjadi hal yang sangat penting.

Untuk itu, menurut dia, pemerintah harus memberi perhatian khusus terhadap infrastruktur dalam repatriasi WNI simpatisan ISIS melalui kerja sama dan koordinasi antara kementerian/lembaga, yakni Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Detasemen Khusus (Densus) 88, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Imigrasi.

"Dalam hal ini, BNPT berperan menyiapkan program kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi. Dengan demikian, BNPT harusnya menjadi vocal point dalam proses pemulangan WNI simpatisan ISIS dari Suriah," ujar Vidya.

Sementara itu, Densus 88 dapat berperan menyelidiki dan memeriksa para WNI eks kombatan dan simpatisan ISIS serta berperan mengamankan dan mendampingi selama proses pemulangan, rehabilitasi, hingga repatriasi.

"Instansi lain yang akan memegang peran penting adalah Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, terutama dalam konteks penanganan perempuan dan anak-anak yang terasosiasi dengan kombatan ISIS," jelasnya.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia Agung Nurwijoyo mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya telah memiliki pengalaman dalam repatriasi WNI eks ISIS.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, sejak 2015 sudah ada 430 WNI yang diduga akan bergabung dengan ISIS di Suriah dipulangkan dari Turki kembali ke Tanah Air.

"Pemulangan WNI terindikasi ISIS sudah dilakukan Indonesia sejak 2015, baik dari Suriah maupun Turki," ujar Agung.

Akhirnya, penentuan nasib para simpatisan ISIS yang masih berada di Suriah tinggal menunggu keputusan politik dan langkah kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah RI ke depan.


Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Wapres Ma'ruf Amin: Pemerintah antisipasi eks kombatan masuk ke Indonesia

Wapres Ma'ruf Amin: Pemerintah antisipasi eks kombatan masuk ke Indonesia

Kamis, 13 Februari 2020 18:04

Benny Mamoto: keputusan pemerintah tak pulangkan WNI eks kombatan ISIS tepat

Benny Mamoto: keputusan pemerintah tak pulangkan WNI eks kombatan ISIS tepat

Rabu, 12 Februari 2020 23:58

Menkopulhukam Mahfud sebut mantan Kombatan ISIS tak akui sebagai WNI

Menkopulhukam Mahfud sebut mantan Kombatan ISIS tak akui sebagai WNI

Rabu, 12 Februari 2020 11:40

PBNU tegaskan tolak wacana untuk pemulangan eks kombatan ISIS

PBNU tegaskan tolak wacana untuk pemulangan eks kombatan ISIS

Selasa, 11 Februari 2020 11:49

Gempa 5,1 SR guncang Jayapura Papua

Gempa 5,1 SR guncang Jayapura Papua

Selasa, 9 Desember 2014 0:02

  • Terpopuler
Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

Telkomsel pastikan jaringan layanan IndiHome di Tanah Papua pulih

Telkomsel pastikan jaringan layanan IndiHome di Tanah Papua pulih

BI catat transaksi QRIS di Papua capai 39,47 juta sepanjang 2025

BI catat transaksi QRIS di Papua capai 39,47 juta sepanjang 2025

TNI-Polri lakukan patroli gabungan di Serambakom-Pegubin

TNI-Polri lakukan patroli gabungan di Serambakom-Pegubin

  • Top News
Investor pasar modal di Papua tumbuh 25 persen pada 2026

Investor pasar modal di Papua tumbuh 25 persen pada 2026

Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

Pertamina Patra Niaga pastikan enam SPBU di Wamena beroperasi taat aturan

Disdik Jayawijaya dorong pendidikan muatan lokal Bahasa Baliem di SD

Disdik Jayawijaya dorong pendidikan muatan lokal Bahasa Baliem di SD

Personel Polres Tolikara patroli malam untuk beri rasa aman

Personel Polres Tolikara patroli malam untuk beri rasa aman

Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

Pemkab Jayapura bentuk tim percepatan pemekaran wilayah Grime Nawa

Video

Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

Realisasi penyaluran SPHP Bulog Papua dan Papua Barat capai 20.567 ton

Logo Footer Antaranews papua
papua.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video
  • Artikel
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Daerah
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Hukum
  • Politik
  • Otonomi Khusus
  • Ekonomi
  • Internasional
  • Artikel
  • Foto
  • Video